Selamat Belajar Anak Sholih/Sholihah

Rabu, 30 September 2026

Materi Ajar Kelas 5 Bahasa Indonesia (Rabu 30 September 2026)

 

IDENTITAS


Belajar Bahasa Indonesia Hari Ini! 🎈

👩‍🏫 Nama Guru
Resi Irmayati, S.Pd.
📅 Hari / Tanggal
Rabu, 30 September 2026
🎓 Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📘 Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
🔢 Pertemuan Ke
13
✨ Materi: Majas Metafora, Personifikasi, Hiperbola, serta Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung
🤲

Apersepsi & Salam Pembuka

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah hari ini? Semoga semuanya sehat, bahagia, dan penuh semangat menyambut pelajaran hari ini ya! Sudahkah kalian sholat Subuh dan sarapan pagi ini? Jangan lupa selalu menjaga ibadah, karena itu adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim. 😊

Anak-anak, tahukah kalian bahwa Allah SWT itu Maha Pencipta (Al-Khaliq)? Allah menciptakan bahasa yang begitu indah sehingga kita bisa berbicara, menulis cerita, dan mengungkapkan perasaan dengan kata-kata yang beragam. Allah juga Maha Memelihara (Al-Malik) kemampuan berpikir kita, sehingga kita terus bisa belajar dan mengenal keindahan bahasa setiap hari. Selain itu, Allah Maha Memberi Rezeki (Ar-Razzaq) — salah satu rezeki kita adalah kesempatan untuk belajar hal baru hari ini, yaitu tentang majas dan kalimat langsung-tidak langsung yang akan membuat cerita dan tulisan kita menjadi lebih hidup dan indah! 🌟

🤔 Pertanyaan Pemantik: Pernahkah kalian mendengar kalimat seperti "hatinya sekeras batu" atau "daun-daun menari tertiup angin"? Menurut kalian, apakah batu benar-benar sekeras itu dan daun benar-benar bisa menari? Bagaimana bahasa yang indah ini bisa tercipta dari kebesaran Allah SWT?
🔁

Yuk, Ingat Lagi! (Review Materi Sebelumnya)

Sebelum belajar materi baru, ayo kita ingat kembali materi Unsur Intrinsik Cerita pada pertemuan sebelumnya. Jawablah Benar atau Salah ya! ✅❌

1. Tema adalah gagasan utama yang mendasari sebuah cerita.
2. Latar hanya menunjukkan waktu terjadinya cerita, tidak termasuk tempat dan suasana.
3. Alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk jalannya sebuah cerita.
4. Tokoh protagonis adalah tokoh yang memiliki sifat jahat dalam cerita.
5. Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca.
🔑 Kunci Jawaban:
1. Benar   2. Salah (latar meliputi tempat, waktu, dan suasana)   3. Benar   4. Salah (itu adalah tokoh antagonis)   5. Benar
📘

Identitas Pembelajaran

🎯 Capaian Pembelajaran (CP Fase C – 2026)

Pada akhir Fase C, murid mampu menyimak, memahami, dan menanggapi informasi dari teks sastra dan nonsastra lisan maupun visual. Murid mampu membaca dan memahami berbagai kosakata baru serta unsur kebahasaan (termasuk gaya bahasa/majas) untuk memaknai teks. Murid mampu berbicara dan menulis dengan menggunakan kalimat yang efektif, santun, serta memperhatikan penggunaan kalimat langsung dan tidak langsung dalam berkomunikasi maupun menulis teks narasi.

🎯 Tujuan Pembelajaran
  • Murid dapat membedakan majas (metafora, personifikasi, dan hiperbola) yang terdapat dalam sebuah teks.
  • Murid dapat membuat kalimat langsung dan kalimat tidak langsung dengan tepat.
🧩 Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran
🧘 Mindful💡 Meaningful🎉 Joyful
  • Mindful Menyimak video pembelajaran majas dengan tenang dan penuh perhatian.
  • Meaningful Menulis kalimat bermajas tentang pengalaman atau anggota keluarga sendiri.
  • Joyful Bermain "Tebak Majas" menggunakan kartu berwarna secara berkelompok.
🗺️ Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
  1. Murid menyimak video dan penjelasan guru tentang majas metafora, personifikasi, dan hiperbola.
  2. Murid mengidentifikasi majas dalam kalimat/teks bacaan sederhana.
  3. Murid berlatih membuat kalimat bermajas hasil karyanya sendiri.
  4. Murid membedakan kalimat langsung dan tidak langsung melalui contoh dialog.
  5. Murid berlatih mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung, dan sebaliknya.
  6. Murid mengerjakan asesmen formatif sebagai evaluasi pemahaman.
⏰ Alokasi Waktu3 x 35 menit
🧠 Model PembelajaranDiscovery Learning (murid menemukan sendiri konsep majas melalui contoh) dipadukan dengan Example Non-Example
🛠️ Metode PembelajaranCeramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, dan permainan edukatif
🎒 Media & Alat PeragaVideo pembelajaran YouTube, kartu majas berwarna, teks cerita pendek, papan tulis & spidol warna, gambar ilustrasi majas
🎬

Ayo Menyimak & Belajar!

🎥 Video Pembelajaran Hari Ini
"Mengenal Majas Metafora, Personifikasi, dan Hiperbola untuk Anak SD"
▶️ Tonton di YouTube
✨ Penjelasan Materi

Majas adalah gaya bahasa yang membuat kalimat menjadi lebih indah, hidup, dan menarik. Yuk, kita kenali tiga jenis majas dan kalimat langsung-tidak langsung berikut ini!

🌟 Majas Metafora

Membandingkan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata "seperti", "bagai", atau "laksana".

Contoh: "Dito adalah bintang kelas kita." Maksudnya, Dito sangat pintar dan bersinar seperti bintang, bukan berarti Dito benar-benar bintang di langit!

🍃 Majas Personifikasi

Memberikan sifat atau perilaku manusia kepada benda mati atau makhluk selain manusia.

Contoh: "Angin berbisik lembut di telinga." Angin sebenarnya tidak bisa berbisik seperti manusia, tapi kalimat ini membuat suasana terasa lebih indah.

🚀 Majas Hiperbola

Melebih-lebihkan suatu hal agar kesan atau maksud kalimat lebih kuat.

Contoh: "Aku sudah memanggilmu seribu kali!" Tentu saja tidak benar-benar seribu kali, tapi ini menunjukkan betapa seringnya seseorang dipanggil.

💬 Kalimat Langsung

Kalimat yang menirukan persis ucapan seseorang, ditandai dengan tanda petik dua ("...").

Contoh: Ibu berkata, "Ayo makan malam sekarang!"

📝 Kalimat Tidak Langsung

Kalimat yang menceritakan kembali ucapan seseorang tanpa tanda petik, biasanya diawali kata "bahwa".

Contoh: Ibu berkata bahwa sudah waktunya makan malam.
🎪 Aktivitas Mindful – Meaningful – Joyful
  • Mindful Murid menyimak video pembelajaran dengan duduk tenang, lalu menuliskan satu kalimat yang paling berkesan dari video tersebut.
  • Meaningful Murid membuat satu kalimat bermajas tentang ayah, ibu, atau anggota keluarganya sendiri, misalnya "Senyum Ibu adalah matahari di rumahku."
  • Joyful Murid bermain "Tebak Majas" berkelompok: guru membacakan kalimat, kelompok yang tercepat mengangkat kartu warna sesuai jenis majasnya mendapat poin! 🏆
📝

Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda
1. Majas yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa kata "seperti" disebut...Mudah
A. Personifikasi   B. Metafora   C. Hiperbola   D. Simile
2. Kalimat "Angin berbisik di antara dedaunan" merupakan contoh majas...Mudah
A. Hiperbola   B. Metafora   C. Personifikasi   D. Ironi
3. Kalimat "Aku sudah memanggilmu sejuta kali!" adalah contoh majas...Sedang
A. Personifikasi   B. Metafora   C. Ironi   D. Hiperbola
4. Manakah kalimat berikut yang merupakan kalimat langsung?Sedang
A. Rani berkata bahwa dia akan datang besok.
B. Rani berkata, "Aku akan datang besok."
C. Rani mengatakan akan datang esok hari.
D. Rani bilang dia datang besok.
5. Perubahan yang tepat dari kalimat langsung Andi berkata, "Saya lapar sekali." menjadi kalimat tidak langsung adalah...Sukar
A. Andi berkata bahwa dia lapar sekali.
B. Andi berkata, "Saya lapar sekali."
C. Andi bertanya apakah dia lapar.
D. Andi berkata saya lapar sekali.
B. Isian Singkat
1. Kalimat "Matahari tersenyum cerah pagi ini" menggunakan majas __________.
2. Tanda baca yang digunakan untuk menandai kalimat langsung adalah __________.
3. Kata penghubung yang sering digunakan dalam kalimat tidak langsung adalah __________.
C. Esai
1. Buatlah satu kalimat menggunakan majas metafora tentang dirimu sendiri, lalu jelaskan maknanya!
2. Ubahlah kalimat langsung berikut menjadi kalimat tidak langsung: Guru berkata, "Anak-anak, kerjakan tugas ini dengan teliti!"
🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. B   2. C   3. D   4. B   5. A

Isian Singkat:
1. Personifikasi
2. Tanda petik dua (" ")
3. Bahwa

Esai (contoh jawaban):
1. "Aku adalah matahari bagi teman-temanku" — bermakna aku selalu membawa semangat dan kehangatan bagi orang di sekitarku. (Jawaban murid dapat bervariasi, nilai berdasarkan ketepatan penggunaan majas metafora)
2. Guru berkata bahwa anak-anak harus mengerjakan tugas itu dengan teliti.
🌈

Kesimpulan

Hari ini kita sudah belajar bahwa bahasa Indonesia memiliki banyak keindahan melalui majas! Metafora membandingkan dua hal secara langsung, personifikasi memberi sifat manusia pada benda mati, dan hiperbola melebih-lebihkan sesuatu. Kita juga belajar membedakan kalimat langsung (ditandai tanda petik) dan kalimat tidak langsung (biasanya memakai kata "bahwa"). Dengan menguasai majas dan kedua jenis kalimat ini, tulisan dan cerita kita akan menjadi jauh lebih hidup dan menarik! Semua kemampuan berbahasa yang indah ini adalah salah satu bentuk rezeki dan anugerah dari Allah SWT yang patut kita syukuri. 🌟

💖

Bagaimana Perasaanmu Hari Ini?

Yuk, ceritakan perasaanmu setelah belajar hari ini dengan memilih salah satu emoji berikut! 👇

🤩Sangat Senang
😊Senang
😐Biasa Saja
😕Bingung
😴Mengantuk
🧑‍🏫

Refleksi Pembelajaran Guru

⚠️ Kendala Pembelajaran

Beberapa murid masih kesulitan membedakan majas personifikasi dengan metafora karena keduanya sama-sama bersifat kiasan; koneksi internet yang kurang stabil dapat menghambat pemutaran video pembelajaran di kelas.

🔧 Tindak Lanjut

Memberikan latihan tambahan berupa kartu bergambar untuk memperjelas perbedaan setiap jenis majas, serta menyiapkan video pembelajaran dalam bentuk unduhan/offline sebagai cadangan bila koneksi bermasalah.

👍 Siswa yang Sudah Paham

Sebagian besar siswa dapat membedakan kalimat yang mengandung majas metafora, personifikasi dan hiperbola.

Materi Ajar Kelas 5 Matematika (Rabu 30 September 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Bermain Angka!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Resi Irmayati, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Rabu, 30 September 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
➕
Mata Pelajaran
Matematika
🔢
Materi
Sumatif Harian 2 (KPK dan FPB)
⭐
Pertemuan Ke
11
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi, anak-anak hebat! Hari ini kita akan bermain dengan angka. Pernahkah kamu bertanya, kapan dua lampu yang berkedip berbeda akan menyala bersamaan? Atau bagaimana membagi hadiah agar semua teman mendapat bagian yang sama? Jawabannya ada pada KPK dan FPB. Yuk, kita mulai dengan berdoa dan menarik napas dalam-dalam. Siap belajar? 😊

🧮 Sumatif Harian 2: KPK dan FPB

Matematika · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Bilangan)

Pada akhir Fase C, murid dapat menyelesaikan masalah yang melibatkan operasi hitung bilangan cacah sampai 1.000.000, memahami faktor dan kelipatan suatu bilangan, serta menggunakan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB.

Tujuan ini dilaksanakan melalui kegiatan berikut:

  1. 🧘 MindfulBerdoa, menarik napas dalam, lalu mengerjakan 5 soal review dengan tenang dan fokus.
  2. 🎉 JoyfulMenonton video pembelajaran KPK dan FPB yang seru dan berwarna.
  3. 💡 MeaningfulMemahami kelipatan dan faktor melalui contoh benda di sekitar (deretan kursi, kelompok belajar).
  4. 💡 MeaningfulMenentukan KPK dan FPB dengan cara daftar bilangan dan pohon faktor, lalu memakainya untuk masalah sehari-hari.
  5. 🎉 JoyfulBerdiskusi dan menebak jawaban soal cerita bersama teman seperti bermain tantangan.
  6. 🧘 MindfulMengerjakan asesmen formatif dengan teliti dan mengisi refleksi perasaan.

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Murid dapat mengerjakan soal review operasi hitung bilangan cacah sampai 100.000 dengan teliti.
  2. Murid dapat menyimak video dan menyebutkan ide pokok tentang KPK dan FPB.
  3. Murid dapat menjelaskan pengertian kelipatan dan faktor suatu bilangan.
  4. Murid dapat menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan dengan benar.
  5. Murid dapat menyelesaikan soal cerita sehari-hari yang berkaitan dengan KPK dan FPB.
  6. Murid dapat mengerjakan asesmen dan menyampaikan perasaannya setelah belajar.

Model dan Metode Pembelajaran

  • Model: Problem Based Learning (pembelajaran berbasis masalah), karena murid belajar KPK dan FPB dari masalah nyata.
  • Metode: menonton video, ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, dan latihan soal.
📝 Pembukaan: Review Materi Sebelumnya

Sebelum mulai, ayo ingat kembali materi pertemuan lalu: Operasi Hitung Bilangan Cacah sampai 100.000. Kerjakan 5 soal ini!

1. 45.678 + 23.145 = ....
2. 90.000 − 37.450 = ....
3. 2.345 × 4 = ....
4. 84.000 : 7 = ....
5. Pak Budi memiliki 48.000 butir telur. Sebanyak 19.500 butir terjual, lalu ia membeli lagi 6.250 butir. Berapa butir telur Pak Budi sekarang?
🔑 Kunci Jawaban (klik untuk membuka)
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video: Belajar KPK dan FPB

🔗 Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari pelajari empat hal penting berikut.

1. Pengertian Kelipatan dan Faktor

Kelipatan adalah hasil kali suatu bilangan dengan bilangan asli (1, 2, 3, ...). Contoh kelipatan 3: 3, 6, 9, 12, 15, ...

Faktor adalah bilangan yang habis membagi suatu bilangan. Cari dengan pasangan perkalian. Contoh faktor 12: 1×12, 2×6, 3×4, jadi faktornya 1, 2, 3, 4, 6, 12.

2. Menentukan KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil)

KPK adalah kelipatan yang sama dari dua bilangan dan nilainya paling kecil. Contoh: KPK dari 6 dan 8.

Kelipatan 6Kelipatan 8612182430816243240Bertemu di 24= KPK dari 6 dan 8

Cara pohon faktor: 6 = 2 × 3 dan 8 = 2 × 2 × 2. Ambil semua faktor prima dengan pangkat terbesar: 2×2×2×3 = 24.

3. Menentukan FPB (Faktor Persekutuan Terbesar)

FPB adalah faktor yang sama dari dua bilangan dan nilainya paling besar. Contoh: FPB dari 12 dan 18.

Faktor 12Faktor 184, 129, 181, 2, 3, 6FPB = 6

Cara pohon faktor: 12 = 2×2×3 dan 18 = 2×3×3. Ambil faktor prima yang sama dengan pangkat terkecil: 2×3 = 6.

12
↓
2 × 6
2 × 2 × 3
12 = 2²×3
18
↓
2 × 9
2 × 3 × 3
18 = 2×3²

4. Menyelesaikan Masalah Sehari-hari

💡 Petunjuk: gunakan KPK jika kejadian berulang dan bertemu lagi (jadwal, lampu berkedip). Gunakan FPB jika membagi sama rata menjadi kelompok sebanyak-banyaknya.
Contoh KPK: Ani berenang tiap 4 hari dan Budi tiap 6 hari. Hari ini mereka berenang bersama. Kapan bersama lagi?
KPK 4 dan 6 = 12. Jadi mereka bersama lagi 12 hari kemudian.
Contoh FPB: 24 permen dan 36 cokelat dibagi sama rata ke paket sebanyak-banyaknya.
FPB 24 dan 36 = 12. Jadi ada 12 paket, tiap paket berisi 2 permen dan 3 cokelat.
✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Kerjakan 10 soal berikut dengan teliti. Soal dimulai dari yang mudah sampai yang sukar. Semangat!

A. Pilihan Ganda (pilih jawaban yang paling benar)

1. Bilangan berikut yang merupakan kelipatan 4 adalah .... [Mudah]
A. 14
B. 18
C. 20
D. 22
2. Semua faktor dari 15 adalah .... [Mudah]
A. 1, 3, 5, 15
B. 1, 5, 15
C. 3, 5, 15
D. 1, 3, 5
3. KPK dari 4 dan 10 adalah .... [Sedang]
A. 10
B. 20
C. 40
D. 60
4. FPB dari 24 dan 36 adalah .... [Sedang]
A. 4
B. 6
C. 8
D. 12
5. Lampu merah menyala tiap 12 detik dan lampu kuning tiap 20 detik. Keduanya menyala bersama pada detik ke-0. Keduanya menyala bersama lagi pada detik ke .... [Sukar]
A. 40
B. 48
C. 60
D. 120

B. Isian Singkat

6. Banyak faktor dari 18 adalah .... [Mudah]
7. FPB dari 30 dan 45 adalah .... [Sedang]
8. KPK dari 12 dan 15 adalah .... [Sedang]

C. Esai (tulis cara pengerjaan)

9. Bu Rina memiliki 48 pensil dan 60 buku. Semuanya dibagikan sama rata ke paket sebanyak-banyaknya. Berapa paket yang dibuat, dan berapa pensil serta buku pada tiap paket? [Sukar]
10. Doni berenang tiap 6 hari dan Rani tiap 9 hari. Pada Rabu, 30 September 2026 mereka berenang bersama. Kapan (hari dan tanggal) mereka berenang bersama lagi? [Sukar]
🔑 Kunci Jawaban (klik untuk membuka)

🎯 Kesimpulan
  • Kelipatan diperoleh dari perkalian; faktor adalah pembagi yang habis membagi.
  • KPK = kelipatan sama yang paling kecil (untuk kejadian berulang dan bertemu lagi).
  • FPB = faktor sama yang paling besar (untuk membagi sama rata sebanyak-banyaknya).
  • Pohon faktor membantu mencari KPK dan FPB dengan cepat dan rapi.
😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar KPK dan FPB hari ini? Pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Kesimpulan Pengajaran

Kendala Pembelajaran

Sebagian murid masih tertukar antara KPK dan FPB dalam soal cerita.
Murid masih keliru mendaftar faktor, ada faktor yang terlewat.
Hitungan bilangan besar pada pohon faktor memakan waktu.

Tindak Lanjut

Memberi kata kunci: “bertemu lagi” untuk KPK dan “dibagi sama rata” untuk FPB.
Membiasakan mencari faktor dengan pasangan perkalian secara berurutan.
Latihan tambahan dan bimbingan kelompok kecil bagi murid yang belum tuntas.
🔢✨🌟

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Angka itu seru kalau dipelajari dengan sabar. Terus berlatih, jangan takut salah, dan jangan lupa berdoa sebelum belajar. Kalian pasti bisa! 💪

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar Kelas 5 Bahasa Indonesia (Rabu 30 September 2026)

  IDENTITAS Belajar Bahasa Indonesia Hari Ini! 🎈 👩‍🏫 Nama Guru Resi Irmayati, S.Pd. 📅 Hari / Tanggal Rabu, 30 September 2026 🎓 Fase / K...

Postingan Populer