Selamat Belajar Anak Sholih/Sholihah

Materi Ajar Kelas 5 Kegiatan Outing Class (Selasa 22 September 2026)

 IDENTITAS

Kegiatan Outing Class

Eri Art Gerabah Lampung

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

👩‍🏫
Nama Guru
Resi Irmayati, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Selasa, 22 September 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
💡
Materi
Kegiatan Outing Class
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq, Dzat yang menciptakan kita dan segala sesuatu di alam semesta. Allah Maha Malik, Dzat yang memelihara dan menjaga kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah Maha Razzaq, Dzat yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.

Nah, dari tiga kebesaran Allah ini, ternyata ada kaitannya dengan pelajaran kita hari ini, yaitu Kegiatan Outing Class ke Eri Art Gerabah Lampung. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 🌟

🎯 Tujuan Kegiatan
Kegiatan Outing Class“Eri Art Gerabah Lampung”
  • Memperkenalkan kerajinan tangan tradisional dari tanah liat sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal, agar anak-anak peduli pada budaya bangsa sejak dini.
  • Melatih koordinasi tangan dan otot sensorik anak melalui sentuhan langsung saat membentuk tanah liat.
  • Mengedukasi siswa tentang tahapan pembuatan gerabah, mulai dari pemilihan bahan baku tanah liat, teknik membentuk, hingga proses pengeringan dan pembakaran.
  • Mengajarkan kerja sama antarsiswa, kedisiplinan, serta interaksi positif dengan lingkungan luar sekolah.
🚌 Pembukaan

Apa itu Outing Class?

Outing class artinya belajar di luar kelas. Hari ini kita tidak duduk di bangku sekolah, tetapi pergi langsung ke tempat pembuatan gerabah, yaitu Eri Art Gerabah Lampung. Di sana kita akan melihat, memegang, dan mencoba sendiri membuat kerajinan dari tanah liat.

Belajar langsung akan membuat kita lebih mudah paham dan mengingat. Supaya kegiatan kita lancar dan menyenangkan, yuk perhatikan ya:

Yang perlu diingat
  • Berdoa dulu sebelum berangkat dan datang tepat waktu.
  • Selalu dekat dengan kelompok dan ikuti arahan guru.
  • Dengarkan penjelasan pengrajin dan berani bertanya dengan sopan.
  • Pakai pakaian yang nyaman karena tangan kita akan kotor oleh tanah liat.
  • Jaga kebersihan tempat dan hormati semua orang di sana.

Setelah kegiatan, kita bisa mengenal salah satu warisan budaya Lampung dan belajar bahwa kerja sama itu menyenangkan. Siap? Ayo kita mulai! 🎒

🎬 Video Pembelajaran

Sebelum kita berangkat, tonton dulu video ini ya. Perhatikan bagaimana tanah liat berubah menjadi gerabah yang cantik!

Cara Membuat Gerabah dari Tanah Liat▶ Tonton di YouTube
🏺 Tahapan Membuat Gerabah

Gerabah adalah benda dari tanah liat yang dibentuk lalu dibakar hingga keras, misalnya pot, kendi, dan celengan. Ada 4 tahap membuatnya:

1Pemilihan bahan baku tanah liat

Tidak semua tanah bisa dipakai. Pengrajin memilih tanah liat yang halus, lengket, dan lentur saat dibasahi.

  • Tanah diambil dari tempat yang bersih, lalu dijemur.
  • Kerikil, akar, dan sampah disaring supaya tanah halus.
  • Tanah dicampur air lalu diinjak atau diuleni sampai kalis, yaitu lembut, padat, dan tidak retak.

2Teknik membentuk

Tanah yang sudah siap dibentuk sesuai keinginan. Ada tiga teknik yang biasa dipakai:

  • Pijit (pinch): tanah ditekan dan dipijit dengan jari sampai berongga.
  • Pilin (coil): tanah digulung seperti tali, lalu disusun melingkar ke atas.
  • Putar (roda putar): tanah diletakkan di atas alat putar, lalu dibentuk dengan tangan yang dibasahi.

Kuncinya: tangan basah, gerakan pelan, dan sabar.

3Pengeringan dan pembakaran

  • Pengeringan: gerabah dijemur atau diangin-anginkan di tempat teduh beberapa hari. Jika langsung dijemur di terik matahari, gerabah bisa retak.
  • Pembakaran: gerabah yang sudah kering dibakar dalam tungku dengan suhu sangat tinggi. Api mengubah tanah lunak menjadi keras dan kuat.
  • Setelah dibakar, gerabah didinginkan pelan-pelan. Anak-anak cukup melihat dari jarak aman ya!

4Proses pengecatan

  • Permukaan gerabah dibersihkan dari debu.
  • Gerabah diberi warna dan motif, misalnya motif khas Lampung, bunga, atau daun.
  • Cat dibiarkan kering, lalu bisa dilapisi pernis agar warna awet dan mengilap.

Di tahap ini kreativitasmu boleh bebas berwarna! 🎨

🌟 Kesimpulan

Gerabah dibuat melalui empat tahap: memilih tanah liat, membentuk, mengeringkan dan membakar, lalu mengecat. Setiap tahap butuh ketelitian dan kesabaran. Dengan belajar membuat gerabah, kita ikut menjaga budaya Lampung dan menghargai kerja keras para pengrajin.

📝 Kesimpulan Pengajaran

⚠️ Kendala Pembelajaran

  • Anak sulit berkonsentrasi karena suasana di luar kelas ramai dan menarik.
  • Anak kesulitan membentuk tanah liat, atau hasilnya retak dan tidak rapi.
  • Cuaca hujan atau panas terik yang mengganggu kegiatan dan pengeringan.
  • Waktu terbatas, sehingga tidak semua anak mendapat giliran mencoba.
  • Ada anak yang kurang kompak dalam kelompok, atau pakaian mudah kotor.

✅ Tindak Lanjut

  • Membagi siswa dalam kelompok kecil dengan pendamping, serta memberi aturan yang jelas sebelum berangkat.
  • Memberi contoh langkah demi langkah, dan mengajak anak mengulang jika hasil belum sempurna.
  • Memantau cuaca dan menyiapkan tempat teduh, payung, atau jadwal cadangan.
  • Membuat jadwal bergilir dan membagi tugas agar semua anak ikut mencoba.
  • Mengingatkan siswa membawa baju ganti atau celemek, serta menugaskan peran dalam kelompok.
  • Di kelas, siswa menceritakan pengalamannya dan menulis laporan singkat sebagai bahan refleksi.

Terima kasih, anak-anak hebat! Sampai jumpa di pembelajaran berikutnya. 🌈
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar Kelas 5 Bahasa Indonesia (Senin 21 September 2026)

 

IDENTITAS 

Semangat Belajar Bahasa Indonesia! 🌈

👩‍🏫
Nama GuruResi Irmayati, S.Pd.
🗓️
Hari / TanggalSenin, 21 September 2026
🏫
Fase / KelasFase C / Kelas V
📖
Mata PelajaranBahasa Indonesia
✏️
MateriKalimat Langsung & Tidak Langsung, Teks Naratif & Deskriptif
🔢
Pertemuan Ke22

🌤️Apersepsi & Sapaan Pagi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini kalian sehat, bahagia, dan penuh semangat untuk belajar hal baru ya! Jangan lupa selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan setiap hari 🤲

Anak-anak, tahukah kalian? Allah Swt itu Maha Khaliq, Dia yang menciptakan lisan dan kemampuan kita untuk berbicara serta bercerita. Allah juga Maha Malik, Dia menjaga dan memelihara setiap kata yang kita ucapkan agar tetap bermakna baik. Dan Allah Maha Razaq, karena kemampuan kita berbahasa dan bercerita adalah rezeki yang luar biasa yang bisa kita gunakan untuk kebaikan, misalnya menceritakan pengalaman baik kepada teman-teman.

Hari ini kita akan belajar tentang bagaimana menyampaikan perkataan orang lain dengan benar (kalimat langsung & tidak langsung), serta bagaimana bercerita dan menggambarkan sesuatu dengan indah (teks naratif & deskriptif). Yuk kita mulai dengan hati yang gembira! 😊

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 🌸

🤔 Pertanyaan Pemantik: Anak-anak, pernahkah kalian menyampaikan pesan dari teman kepada orang lain? Bagaimana caranya agar pesan itu tetap sama artinya, tidak berubah, dan tidak menimbulkan salah paham — sama seperti Allah yang menjaga firman-firman-Nya agar tetap terjaga keasliannya hingga sekarang?

🧩Identitas Mata Pelajaran

🎯 Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide pendukung serta menginterpretasikan informasi dari teks naratif dan deskriptif yang dibaca maupun disimak. Peserta didik juga mampu menyampaikan kembali gagasan atau ucapan orang lain secara lisan dan tulisan dengan menggunakan kalimat langsung maupun kalimat tidak langsung secara tepat sesuai konteks.

🌟 Tujuan Pembelajaran

  • Murid dapat membedakan ciri-ciri kalimat langsung dan kalimat tidak langsung dalam sebuah teks.
  • Murid dapat membedakan ciri-ciri teks naratif dan teks deskriptif.

🛠️ Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran

  • MINDFUL Mengucap salam, berdoa, dan menyimak apersepsi tentang kebesaran Allah sebelum belajar.
  • JOYFUL Menonton video pembelajaran tentang kalimat langsung dan tidak langsung.
  • MEANINGFUL Berdiskusi kelompok mengidentifikasi kalimat langsung/tidak langsung pada teks cerita.
  • MEANINGFUL Membaca contoh teks naratif dan deskriptif, lalu membandingkan ciri-cirinya.
  • JOYFUL Bermain "tebak kalimat" secara berkelompok untuk menguatkan pemahaman.
  • MINDFUL Mengerjakan asesmen dan refleksi dengan tenang dan jujur.

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Mengingat kembali materi majas pada pertemuan sebelumnya.
  2. Mengamati video pembelajaran tentang kalimat langsung dan tidak langsung.
  3. Berdiskusi membedakan ciri-ciri kedua jenis kalimat tersebut.
  4. Membaca teks naratif dan deskriptif, lalu mengidentifikasi ciri masing-masing.
  5. Berlatih mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung dan sebaliknya.
  6. Mengerjakan asesmen formatif dan menuliskan refleksi belajar.

📘 Materi

Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung, serta Teks Naratif dan Teks Deskriptif.

⏰ Alokasi Waktu

Bahasa Indonesia: 2 x 35 menit

🧑‍🏫 Model dan Metode Pembelajaran

  • Model: Example Non-Example dan Problem Based Learning (murid mengamati contoh kalimat/teks, lalu memecahkan masalah membedakannya).
  • Metode: Ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, dan penugasan.

🎒 Media dan Alat Peraga

  • Video pembelajaran (YouTube)
  • Kartu contoh kalimat langsung & tidak langsung
  • Teks cerita pendek bergambar (naratif & deskriptif)
  • Papan tulis dan spidol warna-warni
  • Lembar kerja peserta didik (LKPD)
✨ 🌟 ✨

🔄Yuk, Ingat Materi Kemarin!

Sebelum belajar materi baru, ayo kita ingat lagi tentang majas metafora, personifikasi, dan hiperbola. Jawablah Benar atau Salah ya! 👇

1. Majas metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata "seperti" atau "bagai".
2. Kalimat "Ombak berkejaran menuju pantai" adalah contoh majas hiperbola.
3. Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat manusia kepada benda mati.
4. Kalimat "Aku sudah memanggilnya beribu-ribu kali" merupakan contoh majas metafora.
5. Kalimat "Dia adalah bintang kelas kami" merupakan contoh majas metafora.
🔑 Lihat Kunci Jawaban

1. Benar  |  2. Salah (itu majas personifikasi)  |  3. Benar  |  4. Salah (itu majas hiperbola)  |  5. Benar

🎬Ayo Belajar Hal Baru!

📺 Tonton video pembelajaran berikut ini ya!

▶️ Tonton di YouTube

💬 Apa itu Kalimat Langsung?

Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan persis apa yang diucapkan seseorang, ditandai dengan tanda petik dua ("..."). Contoh: Ibu berkata, "Ayo cepat sarapan, nanti terlambat sekolah!" Coba perhatikan, tanda petiknya mengapit ucapan Ibu persis seperti aslinya, seperti saat kita menirukan suara teman dengan lucu di depan kelas!

💭 Apa itu Kalimat Tidak Langsung?

Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan seseorang tanpa tanda petik, dan biasanya diikuti kata "bahwa" atau "agar". Contoh: Ibu berkata bahwa aku harus cepat sarapan supaya tidak terlambat sekolah. Kata ganti "ayo cepat" berubah menjadi "aku harus cepat" — seperti saat kita menceritakan pesan Ibu kepada Kakak.

📗 Apa itu Teks Naratif?

Teks naratif adalah teks yang menceritakan sebuah kejadian atau peristiwa secara runtut, biasanya memiliki tokoh, latar, dan alur cerita. Contohnya seperti saat kalian menceritakan liburan ke rumah nenek: "Pagi itu aku bangun lebih awal karena akan pergi ke rumah nenek di desa..."

🖼️ Apa itu Teks Deskriptif?

Teks deskriptif adalah teks yang menggambarkan suatu objek, tempat, atau orang secara detail sehingga pembaca seolah bisa melihat, mendengar, atau merasakannya sendiri. Contohnya: "Rumah nenekku berwarna hijau muda, halamannya luas dengan banyak pohon mangga yang rindang dan sejuk."

💡 Perbedaan Utama

Teks naratif fokus pada urutan kejadian (apa yang terjadi), sedangkan teks deskriptif fokus pada penggambaran detail (bagaimana bentuknya). Sama seperti saat kalian bercerita tentang liburan (naratif) dan saat kalian menggambarkan pantai yang kalian kunjungi (deskriptif)!

🎉Aktivitas Seru: Mindful, Meaningful, Joyful

  • MINDFUL Membaca dengan tenang teks cerita pendek yang dibagikan guru, sambil memperhatikan tanda baca dengan teliti.
  • MEANINGFUL Berdiskusi kelompok mencari 3 contoh kalimat langsung dan mengubahnya menjadi kalimat tidak langsung.
  • JOYFUL Bermain peran singkat: satu murid mengucapkan kalimat langsung, temannya menceritakan ulang dalam bentuk kalimat tidak langsung.
  • MEANINGFUL Menulis satu paragraf deskriptif tentang benda kesayangan di rumah.
🌟 ✨ 🌟

📝Uji Kemampuanmu!

A. Pilihan Ganda

1. Tanda baca yang digunakan untuk menandai kalimat langsung adalah... Mudah
  • A. Tanda tanya
  • B. Tanda petik dua
  • C. Tanda seru
  • D. Tanda titik
2. Kata yang sering muncul dalam kalimat tidak langsung adalah... Mudah
  • A. "Wah"
  • B. "Aduh"
  • C. "Bahwa"
  • D. "Halo"
3. Teks yang menceritakan urutan kejadian suatu peristiwa disebut teks... Sedang
  • A. Deskriptif
  • B. Persuasif
  • C. Naratif
  • D. Eksposisi
4. Kalimat langsung: Andi berkata, "Aku suka membaca buku cerita." Jika diubah menjadi kalimat tidak langsung yang tepat adalah... Sedang
  • A. Andi berkata, aku suka membaca buku cerita.
  • B. Andi berkata bahwa dia suka membaca buku cerita.
  • C. Andi bertanya apakah suka membaca buku cerita.
  • D. Andi berkata suka membaca buku cerita besok.
5. Paragraf berikut: "Kucingku berbulu putih bersih dengan mata biru yang indah. Ia suka tidur di atas sofa hijau di ruang tamu." Paragraf tersebut termasuk teks... Sukar
  • A. Naratif
  • B. Deskriptif
  • C. Prosedur
  • D. Eksposisi

B. Isian Singkat

6. Kalimat langsung ditandai dengan tanda ______ pada awal dan akhir ucapan. Mudah
7. Teks yang menggambarkan objek secara rinci sehingga pembaca seolah melihat sendiri disebut teks ______. Sedang
8. Ubahlah kata ganti "aku" pada kalimat langsung menjadi kata ganti ______ pada kalimat tidak langsung. Sukar

C. Esai

9. Buatlah satu contoh kalimat langsung, lalu ubahlah menjadi kalimat tidak langsung! Sedang
10. Tuliskan satu paragraf pendek (3-4 kalimat) yang menggambarkan (deskriptif) ruang kelasmu! Sukar
🔑 Lihat Kunci Jawaban
NoJawaban
1B
2C
3C
4B
5B

6. Petik dua ("...")
7. Deskriptif
8. Dia / ia

9-10. Jawaban esai bervariasi sesuai kreativitas murid, dinilai berdasarkan ketepatan struktur kalimat/teks dan kesesuaian dengan konsep yang diajarkan.

🌈 Kesimpulan

Hari ini kita sudah belajar membedakan kalimat langsung (ditandai tanda petik, menirukan persis ucapan) dan kalimat tidak langsung (menceritakan ulang dengan kata "bahwa"). Kita juga belajar bahwa teks naratif menceritakan urutan kejadian, sedangkan teks deskriptif menggambarkan sesuatu secara detail. Semoga anak-anak semakin pintar bercerita dan menulis ya! 💪✨

😊Bagaimana Perasaanmu Hari Ini?

Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu setelah belajar hari ini!

😄Sangat Senang
🙂Senang
😐Biasa Saja
😕Bingung
😴Mengantuk

🧑‍🏫Refleksi Pembelajaran Guru

⚠️ Kendala Pembelajaran

Beberapa murid mungkin masih tertukar antara kata ganti orang saat mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung, serta kesulitan membedakan teks naratif dan deskriptif jika kedua unsur tersebut muncul bersamaan dalam satu paragraf.

🔧 Tindak Lanjut

Guru akan memberikan latihan tambahan berupa kartu kalimat untuk dipraktikkan berulang, serta membimbing murid secara individu bagi yang masih kesulitan melalui bimbingan kelompok kecil.

✅ Siswa yang Sudah Paham

🔁 Siswa yang Belum Paham

Materi Ajar Kelas 5 Kegiatan Outing Class (Selasa 22 September 2026)

  IDENTITAS Kegiatan Outing Class Eri Art Gerabah Lampung Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung 👩‍🏫 Nama Guru Resi Irmaya...

Postingan Populer