Hari / Tanggal : Selasa 11 Agustus 2026
Nama Guru : Resi Irmayati, S.Pd.
Fase / Kelas : C/5
Mata Pelajaran : IPAS, Bahasa Indonesia, Pancasila

semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....
Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya terhadap ekosistem; menjelaskan fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; menghasilkan upaya penghematan energi, serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; menjelaskan letak dan kondisi geografis negara Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital; meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
Peserta didik mampu membaca nyaring kalimat sederhana, melafalkan kata dari kalimat dengan atau tanpa bantuan gambar/ilustrasi dan melafalkannya dengan jelas. Peserta didik mampu memahami isi teks cerita sederhana, teks laporan sederhana, dan teks ungkapan sederhana dari hasil membaca.
CP Pendidikan Pancasila :
Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa dan negara.
TP IPAS :
Menjelaskan gangguan dan kelainan sistem organ tubuh dan cara menjaga kesehatan sistem organ tubuh dengan benar.
TP Bahasa Indonesia :
Murid dapat memahami dan membuat kalimat majemuk setara
TP Pendidikan Pancasila :
IPAS : Kontekstual
Bhs Indonesia : Cooperative Learning
Pendidikan Pancasila : Kontekstual
Halo, teman-teman kelas 5! Tahukah kamu bahwa tubuh kita bekerja seperti sebuah mesin super canggih? Di dalam tubuh kita, ada banyak "mesin kecil" yang disebut organ. Organ-organ ini bekerja sama membentuk sistem organ agar kita bisa bernapas, makan, dan beraktivitas setiap hari.
Namun, kadang-kadang mesin ini bisa "rusak" atau sakit jika kita tidak merawatnya dengan baik. Yuk, kita pelajari gangguan apa saja yang bisa terjadi pada sistem organ kita dan bagaimana cara menjaga kesehatannya!
1. Sistem Pencernaan (Tempat Mengolah Makanan)
Sistem pencernaan bertugas menghancurkan makanan yang kita makan menjadi energi. Organ utamanya mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hingga anus.
Jika kita jajan sembarangan atau malas makan sayur, sistem pencernaan kita bisa terganggu. Berikut ini adalah penyakit yang sering menyerang perut kita:
| Nama Gangguan | Apa yang Terjadi? | Cara Mencegah & Menjaga Kesehatan |
| Diare | Buang air besar terus-menerus dan tinja menjadi cair. Biasanya karena bakteri dari makanan kotor. | Selalu cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan pastikan makanan bersih/matang. |
| Sembelit (Konstipasi) | Susah buang air besar karena feses (tinja) terlalu keras. | Banyak minum air putih dan rajin makan makanan berserat seperti buah (pepaya, pisang) dan sayuran. |
| Maag | Perut terasa perih dan mual. Biasanya terjadi di lambung karena jadwal makan berantakan. | Makan dengan teratur (tidak sering terlambat makan) dan kurangi makanan yang terlalu pedas atau asam. |
2. Sistem Pernapasan (Jalur Udara Kita)
Setiap detik kita menghirup oksigen dan membuang karbon dioksida. Inilah tugas sistem pernapasan kita yang terdiri dari hidung, tenggorokan (trakea), dan paru-paru.
Udara yang kotor atau virus bisa membuat kita sesak napas. Berikut adalah gangguan yang sering terjadi pada pernapasan kita:
| Nama Gangguan | Apa yang Terjadi? | Cara Mencegah & Menjaga Kesehatan |
| Flu (Influenza) | Hidung tersumbat, bersin-bersin, kadang disertai demam. Disebabkan oleh virus. | Istirahat yang cukup, makan makanan bergizi agar imun kuat, dan pakai masker jika sedang sakit. |
| Asma | Saluran pernapasan menyempit sehingga dada terasa sesak dan sulit bernapas. | Hindari hal-hal yang memicu alergi seperti debu, asap rokok, asap kendaraan, atau bulu hewan kotor. |
| Bronkitis | Infeksi atau peradangan pada cabang tenggorokan (bronkus) yang menyebabkan batuk berdahak. | Jauhi asap rokok, gunakan masker di tempat berdebu, dan rajin mencuci tangan. |
3. Sistem Peredaran Darah (Kurir di Dalam Tubuh)
Jantung bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Darah inilah yang mengantarkan oksigen dan sari makanan. Gangguan pada sistem ini bisa membuat tubuh kita lemas.
Anemia: Kekurangan sel darah merah yang membuat tubuh cepat lelah dan pucat. Cara menjaganya: Banyak makan makanan yang mengandung zat besi, seperti bayam, hati ayam, dan daging.
Hipertensi (Darah Tinggi): Tekanan darah terlalu tinggi (biasanya banyak dialami orang dewasa/orang tua). Cara menjaganya: Kurangi makanan yang terlalu asin (banyak garam) dan rajin berolahraga sejak kecil.
Tips Ampuh Menjaga Sistem Organ Tubuh! 🌟
Untuk menjaga seluruh "mesin" dalam tubuh kita tetap kuat, pastikan kamu melakukan kebiasaan baik ini setiap hari:
Makan Beragam dan Bergizi: Isi piringmu dengan karbohidrat, protein (ikan, telur, tahu), serta banyak sayur dan buah.
Minum Air Putih Cukup: Minimal 8 gelas sehari agar organ berfungsi maksimal.
Rajin Bergerak: Bermain, berlari, atau bersepeda setidaknya 30 menit sehari membuat paru-paru dan jantungmu sehat.
Tidur yang Cukup: Anak kelas 5 SD butuh tidur sekitar 9-10 jam setiap malam agar sel-sel tubuh bisa memperbaiki diri.
Tubuh yang sehat membuat kita bisa belajar dengan fokus dan bermain dengan riang gembira. Jadi, sayangi tubuhmu ya!
SOAL
1.Andi sering menunda waktu makan karena asyik bermain. Akibatnya, lambungnya terasa perih dan mual. Gangguan pencernaan apa yang dialami Andi?A. Maag
B. Sembelit
C. Anemia
D. Diare
A. Hipertensi
B. Anemia
C. Bronkitis
D. Asma
A. Mengurangi konsumsi makanan yang terlalu asin
B. Minum air putih minimal delapan gelas sehari
C. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan
D. Menggunakan masker saat berada di jalan raya
A. Menghindari makanan yang terlalu asam dan pedas
B. Makan dalam porsi yang besar pada malam hari
C. Banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayuran
D. Berolahraga lari setiap pagi selama satu jam
Bahasa Indonesia
1. Pengertian Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk
Sebelum memahami kalimat majemuk, mari kita bandingkan dengan kalimat tunggal terlebih dahulu:
Kalimat Tunggal adalah kalimat yang hanya memiliki satu pola kalimat (satu Subjek dan satu Predikat).
Contoh: Budi membaca buku. (S: Budi, P: membaca, O: buku)
Kalimat Majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua kalimat tunggal atau lebih yang digabungkan menjadi satu menggunakan kata hubung (konjungsi).
Contoh: Budi membaca buku dan Ani menggambar bunga.
2. Jenis-Jenis Kalimat Majemuk
Secara umum di kelas 5 SD, kalimat majemuk dibagi menjadi 2 jenis utama:
A. Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk yang klausa-klausanya memiliki kedudukan yang sama tinggi (sejajar). Jika digunting/dipisah, masing-masing kalimat tetap bisa berdiri sendiri dan memiliki arti yang utuh.
Berdasarkan kata hubungnya, kalimat majemuk setara dibagi menjadi:
Hubungan Penjumlahan / Penggabungan (Kata hubung: dan, serta)
Contoh: Ibu memasak nasi goreng dan Ayah membuat teh hangat.
Hubungan Pertentangan (Kata hubung: tetapi, melainkan, sedangkan)
Contoh: Doni ingin membeli sepatu baru, tetapi tabungannya belum cukup.
Hubungan Pemilihan (Kata hubung: atau)
Contoh: Kamu boleh memilih buku cerita ini atau komik di meja.
B. Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk yang memiliki hubungan tidak sejajar. Terdiri dari Induk Kalimat (kalimat utama yang bisa berdiri sendiri) dan Anak Kalimat (kalimat penjelas yang tidak bisa berdiri sendiri).
Berdasarkan maknanya, kalimat majemuk bertingkat di antaranya:
Hubungan Waktu (Kata hubung: ketika, sebelum, sesudah, sejak)
Contoh: Kiki sudah tertidur sebelum lampu kamar dimatikan.
Hubungan Sebab-Akibat (Kata hubung: karena, sebab, sehingga)
Contoh: Rina tidak masuk sekolah karena ia sedang demam tinggi.
Hubungan Tujuan (Kata hubung: agar, supaya)
Contoh: Kita harus rajin berolahraga agar tubuh tetap sehat.
Hubungan Syarat (Kata hubung: jika, apabila, kalau)
Contoh: Kakak akan membelikan es krim jika aku mendapat nilai sepuluh.
Peristiwa Lahirnya Pancasila
Gagasan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir dari satu tokoh saja, melainkan merupakan hasil perumusan dan diskusi dari beberapa tokoh penting, terutama Ir. Soekarno, yang dikenal sebagai "Bapak Bangsa" dan pada tanggal 1 Juni 1945 mengemukakan pidatonya tentang konsep awal Pancasila dalam sidang BPUPKI, serta Mohammad Yamin dan Soepomo yang juga menyampaikan usulan dasar negara pada sidang BPUPKI.
Peran Tokoh-tokoh Kunci:
Ir. Soekarno:
Pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato "Lahirnya Pancasila" yang mengusulkan lima prinsip dasar negara, yaitu Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan.
Mohammad Yamin:
Pada sidang pertama BPUPKI, Mohammad Yamin mengusulkan lima prinsip dasar negara yang meliputi Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan.
Soepomo:
Pada 31 Mei 1945, Soepomo menyampaikan usulannya tentang dasar negara yang menekankan pada Persatuan (Unitarisme), Kekeluargaan, Keseimbangan lahir dan batin, Musyawarah, dan Keadilan rakyat.
Peran Panitia Sembilan:
Setelah usulan-usulan tersebut disampaikan, dibentuklah Panitia Sembilan untuk menyempurnakan rumusan Pancasila. Tokoh-tokoh dalam Panitia Sembilan ini antara lain Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. A.A. Maramis, Mr. Muhammad Yamin, Achmad Soebardjo, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakkar, H. Agus Salim, dan K.H. Abdul Wahid Hasyim.
Pengesahan Pancasila:
Pancasila akhirnya disahkan sebagai dasar negara Indonesia pada Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945, yang tercantum dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945.
Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni. Peringatan ini merujuk pada momen penting ketika Ir. Soekarno menyampaikan pidato yang mengusulkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945.
Peringatan Hari Lahir Pancasila bertujuan untuk mengingat dan menghargai perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara, serta untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Latihan
1. Pada masa penjajahan Jepang pernah dibentuk sebuah lembaga bernama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diketuai oleh .....
A. Ir Soekarno
B. Drs Muhammad Hatta
C. Dr Radjiman Widyadiningrat
D. Mr Muh Yamin
2. Perhatikan peristiwa berikut:
1. Ir Soekarno dan Moh Hatta dipilih sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia
2. Panitia Sembilan menghasilkan Piagam Jakarta
3. Ir Soekarno mengusulkan lima dasar negara
4. Jepang mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai
Urutan yang benar sesuai waktu terjadinya peristiwa penting di atas adalah....
A. 1, 2, 4, 3
B. 4, 3, 2, 1
C. 4, 3, 1, 2
D. 1, 3, 4, 2
3. Istilah Pancasila sebagai dasar negara untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Ir Soekarno pada sidang BPUPKI tanggal...
A. 29 Mei 1945
B. 1 Juli 1945
C. 17 Agustus 1945
D. 1 Juni 1945
4. Perhatikan rumusan berikut!
1. Nasionalisme dan kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme dan perikemanusiaan
3. Mufakat dan demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
Perumus cikal bakal Pancasila tersebut adalah.....
A. Mr Muh Yamin
B. Mr Soepomo
C. Ir Soekarno
D. Drs Moh Hatta
5. Piagam Jakarta berhasil dirumuskan dan disepakati sebagai rumusan yang akan disahkan sebagai dasar negara. Akan tetapi, terdapat warga yang tidak setuju dengan salah satu bunyi isi rumusan tersebut. Rumusan yang dimaksud adalah.....
A. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
B. Kemanusiaan yang adil dan beradab
C. Persatuan Indonesia
D. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
