Selamat Belajar Anak Sholih/Sholihah

Senin, 28 September 2026

Materi Ajar Kelas 5 Matematika (Senin 28 September 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Belajar Hari Ini!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Resi Irmayati, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Senin, 28 September 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
📚
Mata Pelajaran
Matematika
💡
Materi
Pecahan: Membandingkan & Mengurutkan Pecahan (termasuk Pecahan Campuran)
⭐
Pertemuan Ke
11
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq, Dzat yang menciptakan kita dan segala sesuatu di alam semesta. Allah Maha Malik, Dzat yang memelihara dan menjaga kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah Maha Razzaq, Dzat yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.

Nah, dari tiga kebesaran Allah ini, ternyata ada kaitannya dengan pelajaran kita hari ini, yaitu pecahan. Sama seperti rezeki yang Allah bagikan secara adil kepada setiap makhluk sesuai bagiannya masing-masing, dalam pecahan kita juga belajar tentang "bagian" dari suatu keseluruhan, lalu membandingkan mana yang lebih besar atau lebih kecil. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 🌟

🔢 Mengenal Pecahan: Membandingkan & Mengurutkan Pecahan Campuran

Matematika · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Bilangan)

Pada akhir Fase C, murid menunjukkan pemahaman bilangan (number sense) yang semakin luas: mereka mampu membandingkan dan mengurutkan berbagai bentuk pecahan, termasuk pecahan campuran, memahami hubungan antar pecahan melalui penyamaan penyebut, serta menggunakan pemahaman ini untuk menyelesaikan operasi hitung dan masalah sehari-hari yang melibatkan pecahan.

Tujuan Pembelajaran

Murid dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review KPK & FPB di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan kesiapan belajar.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang perbandingan pecahan agar konsep lebih mudah dan menyenangkan untuk dipahami.

MeaningfulBerdiskusi mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa menggunakan benda konkret (misalnya potongan kue atau kertas lipat) agar konsep terasa nyata.

MindfulBerlatih menyamakan penyebut dan membandingkan pecahan dengan simbol >, <, = secara teliti dan bertahap.

JoyfulBermain "Kartu Urutan Pecahan" berkelompok untuk berlatih mengurutkan pecahan sambil bergerak dan berdiskusi.

MeaningfulMengerjakan asesmen formatif secara mandiri sebagai bentuk refleksi pemahaman diri terhadap materi hari ini.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid dapat mengulas kembali konsep KPK dan FPB sebagai bekal memahami penyamaan penyebut pecahan.
  2. Murid dapat memahami konsep pecahan melalui tayangan video pembelajaran secara mandiri.
  3. Murid dapat mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa dan sebaliknya melalui diskusi kelompok.
  4. Murid dapat menyamakan penyebut dua pecahan atau lebih dengan tepat.
  5. Murid dapat membandingkan dua pecahan menggunakan simbol >, <, atau = melalui permainan kartu pecahan.
  6. Murid dapat mengurutkan sekumpulan pecahan dari yang terkecil ke terbesar (atau sebaliknya) secara mandiri melalui asesmen formatif.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) – dipilih karena materi membandingkan dan mengurutkan pecahan lebih mudah dipahami murid ketika dihadapkan pada masalah kontekstual sehari-hari (misalnya membandingkan panjang tali atau berat bahan makanan).
Metode: tanya jawab, diskusi kelompok, permainan edukatif (kartu pecahan), dan latihan mandiri.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu KPK dan FPB.

  1. Tentukan KPK dari 4 dan 6.
  2. Tentukan FPB dari 12 dan 18.
  3. Berapakah KPK dari 8 dan 12?
  4. Berapakah FPB dari 24 dan 36?
  5. Bu Rina memiliki 15 apel dan 20 jeruk. Ia ingin membagi buah tersebut ke beberapa keranjang sama banyak tanpa sisa. Berapa jumlah keranjang paling banyak yang bisa dibuat Bu Rina?
🔑 Lihat Kunci Jawaban
  1. KPK dari 4 dan 6 = 12
  2. FPB dari 12 dan 18 = 6
  3. KPK dari 8 dan 12 = 24
  4. FPB dari 24 dan 36 = 12
  5. FPB dari 15 dan 20 = 5, jadi Bu Rina bisa membuat maksimal 5 keranjang.
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton dua video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video 1: Membandingkan Pecahan

🔗 Buka video di YouTube: Membandingkan Pecahan

🎥 Video 2: Mengurutkan Pecahan

🔗 Buka video di YouTube: Mengurutkan Pecahan

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama empat hal penting tentang pecahan hari ini.

1️⃣ Mengubah Pecahan Campuran ↔ Pecahan Biasa

Pecahan campuran adalah gabungan bilangan bulat dan pecahan, misalnya 2 ¾. Untuk mengubahnya menjadi pecahan biasa: kalikan bilangan bulat dengan penyebut, lalu tambahkan pembilang, dan letakkan hasilnya di atas penyebut yang sama.

Contoh: 2 ¾ → (2 × 4) + 3 = 11, sehingga 2 ¾ = 11/4.
Sebaliknya, 11/4 → 11 ÷ 4 = 2 sisa 3, sehingga 11/4 = 2 ¾.

2️⃣ Menyamakan Penyebut Dua Pecahan atau Lebih

Agar dua pecahan bisa dibandingkan, penyebutnya harus sama. Caranya, cari KPK dari kedua penyebut, lalu kalikan pembilang dan penyebut masing-masing pecahan dengan bilangan yang sesuai.

Contoh: bandingkan 1/4 dan 1/6. KPK dari 4 dan 6 adalah 12.
1/4 = 3/12, dan 1/6 = 2/12.

3️⃣ Membandingkan Dua Pecahan dengan Simbol >, <, =

Setelah penyebutnya sama, kita cukup membandingkan pembilangnya. Pembilang yang lebih besar menunjukkan pecahan yang lebih besar. Untuk pecahan campuran, bandingkan dulu bilangan bulatnya, baru bandingkan pecahannya jika bilangan bulatnya sama.

Contoh: 3/12 < 2/12? Salah, karena 3 > 2, maka 3/12 > 2/12, artinya 1/4 > 1/6.

4️⃣ Mengurutkan Sekumpulan Pecahan

Untuk mengurutkan beberapa pecahan sekaligus (termasuk pecahan campuran), samakan dulu semua penyebutnya, lalu bandingkan pembilangnya satu per satu untuk menentukan urutan dari yang terkecil ke terbesar (atau sebaliknya).

Contoh: urutkan 1/2, 2/3, 1/4. Samakan penyebut menjadi 12: 6/12, 8/12, 3/12.
Urutan dari terkecil: 1/4, 1/2, 2/3.

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang materi hari ini!

A. Pilihan Ganda

  1. Bentuk pecahan biasa dari 2 ⅓ adalah …
    A. 7/3   B. 5/3   C. 6/3   D. 8/3
  2. Jika penyebut pecahan 3/4 disamakan menjadi 12, maka hasilnya adalah …
    A. 6/12   B. 9/12   C. 8/12   D. 10/12
  3. Pernyataan yang benar di bawah ini adalah …
    A. 3/5 > 4/5   B. 2/3 < 1/3   C. 5/8 < 3/4   D. 7/10 > 3/4
  4. Urutan pecahan 1 ½, ¾, 1 ¼ dari yang terkecil ke terbesar adalah …
    A. 1 ¼, ¾, 1 ½   B. 1 ½, 1 ¼, ¾   C. ¾, 1 ½, 1 ¼   D. ¾, 1 ¼, 1 ½
  5. Kakak memiliki tali sepanjang 2 3/5 meter, sedangkan adik memiliki tali sepanjang 2 5/8 meter. Pernyataan yang benar adalah …
    A. Tali adik lebih panjang, karena 2 5/8 > 2 3/5   B. Tali kakak lebih panjang, karena 2 3/5 > 2 5/8   C. Kedua tali sama panjang   D. Tidak dapat dibandingkan

B. Isian Singkat

  1. Ubahlah pecahan campuran 3 ⅖ menjadi pecahan biasa = …
  2. Samakan penyebut pecahan 1/4 dan 1/6 menjadi penyebut yang sama, yaitu … dan …
  3. Susunlah pecahan berikut dari yang terbesar ke terkecil: 2/5, 1/2, 3/10 → …

C. Esai

  1. Ibu membeli 2 ¾ kg gula dan 1 ⅚ kg tepung terigu. Bandingkan kedua pecahan tersebut menggunakan simbol >, <, atau =. Jelaskan langkah-langkahmu menyamakan penyebut sebelum membandingkan!
  2. Tiga anak membawa botol air dengan isi masing-masing: Dimas 1 ⅓ liter, Sinta 1 ¼ liter, dan Rafi 1 5/12 liter. Urutkan isi botol dari yang paling sedikit ke paling banyak, lengkap dengan cara penyelesaiannya!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. A   2. B   3. C   4. D   5. A

Isian Singkat

  1. 3 ⅖ = 17/5
  2. 1/4 = 3/12 dan 1/6 = 2/12 (penyebut disamakan menjadi 12)
  3. 1/2, 2/5, 3/10 (dari terbesar ke terkecil)

Esai

  1. Samakan penyebut menjadi 12: 2 ¾ = 2 9/12 = 33/12, dan 1 ⅚ = 1 10/12 = 22/12. Karena 33/12 > 22/12, maka 2 ¾ > 1 ⅚.
  2. Samakan penyebut menjadi 12: Dimas 1 ⅓ = 1 4/12, Sinta 1 ¼ = 1 3/12, Rafi 1 5/12 = 1 5/12. Urutan dari yang paling sedikit: Sinta (1 3/12) → Dimas (1 4/12) → Rafi (1 5/12).
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa pecahan campuran dapat diubah menjadi pecahan biasa (dan sebaliknya) dengan cara yang mudah diingat. Untuk membandingkan dan mengurutkan pecahan, kunci utamanya adalah menyamakan penyebut terlebih dahulu, baru kemudian membandingkan pembilangnya menggunakan simbol >, <, atau =. Sama seperti Allah yang membagi rezeki secara adil dan tepat kepada setiap makhluk-Nya, kita pun perlu teliti dan adil dalam membagi serta membandingkan pecahan agar hasilnya tepat.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar pecahan hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid masih kesulitan menentukan KPK dengan cepat, sehingga proses menyamakan penyebut menjadi lambat.
  • Murid cenderung tertukar antara membandingkan penyebut dan membandingkan pembilang.
  • Waktu diskusi kelompok kadang kurang karena murid asyik bermain kartu pecahan.

Tindak Lanjut

  • Memberikan tabel kelipatan sebagai alat bantu visual bagi murid yang masih lambat menentukan KPK.
  • Mengulang penjelasan dengan analogi sederhana (misalnya potongan pizza) agar konsep pembilang dan penyebut lebih mudah dipahami.
  • Menambah waktu permainan kelompok pada pertemuan berikutnya dengan pengaturan waktu (timer) yang lebih jelas.
🌟📚🤲

Semangat terus, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti pecahan yang harus disamakan penyebutnya agar bisa dibandingkan dengan tepat, teruslah menyamakan niat belajar dan ibadahmu setiap hari agar semakin baik. Jangan pernah bosan berlatih matematika, dan jangan lupa jaga shalat lima waktu, ya! Allah menyayangi anak-anak yang rajin belajar dan rajin beribadah. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar Kelas 5 Seni Rupa (Senin 28 September 2026)

 Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka
Ayo Berkarya Ritme!

Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS
👩‍🏫
Nama Guru
Resi Irmayati, S.Pd.
📅
Hari / Tanggal
Senin, 28 September 2026
🏫
Fase / Kelas
Fase C / Kelas V
🎨
Mata Pelajaran
Seni Rupa
🖌️
Materi
Langkah-Langkah Menggambar Ritme
⭐
Pertemuan Ke
15
🤲 Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Semoga hari ini kalian semua sehat, bahagia, dan semangat belajar. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat Dhuha hari ini? Jangan lupa, ya, karena shalat adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT.

Coba perhatikan sekeliling kita. Ada susunan pagar rumah yang berjajar rapi, ada kelopak bunga yang berulang membentuk lingkaran, ada sayap kupu-kupu dengan motif yang berpadanan. Allah Maha Pencipta, Dzat yang menciptakan alam semesta dengan pola dan irama yang begitu indah dan teratur. Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, sehingga kita pun diajak untuk menciptakan karya yang indah pula.

Nah, pada pertemuan sebelumnya kita sudah mengenal apa itu ritme dalam seni rupa. Hari ini kita akan belajar mempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme agar kita bisa menciptakan karya gambar kita sendiri. Yuk, siapkan pensil dan buku gambarmu! 🎨✏️✨

🎨 Langkah-Langkah Menggambar Ritme

Seni Rupa · Kelas 5 · Kurikulum Merdeka

📚 Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026 – Fase C, Elemen Menciptakan)

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu menciptakan karya seni rupa dua dimensi dengan menggunakan dan menggabungkan pengetahuan tentang unsur-unsur rupa (garis, bentuk, tekstur, ruang) serta prinsip desain, salah satunya ritme/irama, secara mandiri melalui proses eksplorasi dan penemuan (discovery), serta mampu merefleksikan dan menyajikan hasil karyanya dengan percaya diri.

Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik dapat menyebutkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri, setelah melalui proses penemuan (discovery) secara aktif.

2. Peserta didik dapat mempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri, melalui pengaitan materi dengan kehidupan nyata.

Rincian kegiatan dan kategorinya:

MindfulMengerjakan 5 soal review materi Ritme di awal pembelajaran untuk melatih fokus dan mengingat kembali konsep ritme sebelum praktik menggambar.

JoyfulMenonton video pembelajaran tentang langkah-langkah menggambar ritme agar prosesnya lebih mudah dan menyenangkan untuk dipahami.

MindfulMengamati secara cermat pola ritme pada benda-benda di sekitar (pagar, ubin, daun) untuk menemukan urutan langkah menggambar ritme melalui proses penemuan aktif.

MeaningfulMengaitkan langkah-langkah menggambar ritme dengan objek nyata di kehidupan sehari-hari yang memiliki pola berulang.

MeaningfulMempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri berdasarkan objek nyata yang diamati hingga menghasilkan karya gambar ritme.

JoyfulMempresentasikan hasil karya gambar ritme di depan kelas sambil menceritakan langkah-langkah yang digunakan.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik dapat mengulas kembali konsep ritme sebagai bekal memahami langkah-langkah menggambar ritme.
  2. Peserta didik dapat memahami langkah-langkah menggambar ritme melalui tayangan video pembelajaran secara mandiri.
  3. Peserta didik dapat menemukan urutan langkah-langkah menggambar ritme melalui pengamatan objek nyata di sekitar secara aktif (discovery).
  4. Peserta didik dapat mengaitkan langkah-langkah menggambar ritme dengan objek nyata di kehidupan sehari-hari.
  5. Peserta didik dapat mempraktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri hingga menghasilkan karya gambar ritme.
  6. Peserta didik dapat mempresentasikan hasil karya gambar ritme beserta langkah-langkah yang digunakan dengan percaya diri.

Model dan Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning – dipilih karena tujuan pembelajaran menekankan peserta didik menemukan sendiri urutan langkah-langkah menggambar ritme melalui pengamatan objek nyata, bukan sekadar dijelaskan secara lisan.
Metode: tanya jawab, pengamatan, demonstrasi, praktik menggambar, dan presentasi karya.

🔄 Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!

Sebelum masuk ke materi baru, ayo kita kerjakan dulu soal-soal berikut untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya, yaitu Ritme.

  1. Apa yang dimaksud dengan ritme dalam seni rupa?
  2. Sebutkan 3 contoh benda di sekitarmu yang menunjukkan pola ritme!
  3. Apa perbedaan antara ritme dengan pengulangan (repetisi) biasa?
  4. Mengapa ritme penting digunakan dalam sebuah karya gambar?
  5. Sebutkan dua jenis ritme yang kamu ketahui, misalnya ritme teratur dan ritme mengalir!
🔑 Lihat Kunci Jawaban
  1. Ritme adalah prinsip desain berupa pengulangan unsur rupa (garis, bentuk, warna) secara teratur sehingga menimbulkan kesan gerak atau irama pada sebuah karya.
  2. Pagar rumah, ubin lantai, susunan jendela, kelopak bunga (jawaban lain yang relevan dapat diterima).
  3. Repetisi adalah pengulangan bentuk yang sama persis, sedangkan ritme bisa berupa pengulangan dengan variasi ukuran, jarak, atau warna sehingga terasa lebih hidup.
  4. Karena ritme membuat karya terlihat lebih menarik, teratur, dan memiliki kesan gerak sehingga tidak terkesan monoton.
  5. Ritme teratur (pengulangan dengan jarak dan ukuran sama) dan ritme mengalir/memancar (pengulangan dengan ukuran berubah bertahap).
🎬 Inti Pembelajaran

Ayo tonton video pembelajaran berikut ini sebagai pembuka materi hari ini!

🎥 Video: Langkah-Langkah Menggambar Ritme

🔗 Buka video di YouTube

Setelah menonton video, mari kita pelajari bersama langkah-langkah menggambar ritme melalui penemuan (discovery) secara aktif.

1️⃣ Menemukan Urutan Langkah Menggambar Ritme

Coba amati benda-benda di sekitarmu yang memiliki pola berulang, misalnya pagar rumah, ubin lantai, atau kelopak bunga. Dari pengamatan itu, kita bisa menemukan sendiri urutan langkah menggambar ritme, yaitu: (1) menentukan motif/objek yang akan diulang, (2) menggambar motif pertama sebagai pedoman, (3) mengulang motif secara teratur, (4) memberi variasi ukuran/warna/posisi, (5) mewarnai, dan (6) merapikan garis (finishing).

Cobalah amati pagar sekolahmu – apakah jarak antar tiangnya sama dan berulang? Itulah salah satu contoh nyata penerapan ritme di sekitar kita!

2️⃣ Mengaitkan Ritme dengan Kehidupan Nyata

Langkah-langkah menggambar ritme yang kita pelajari sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Susunan jendela rumah yang berjajar, motif batik, hingga barisan pohon di pinggir jalan semuanya menerapkan prinsip ritme. Dengan mengenali pola ini di dunia nyata, kita jadi lebih mudah menentukan motif dan urutan pengulangan saat menggambar.

Contoh: Motif pada kain batik biasanya diulang secara teratur dari satu ujung kain ke ujung lainnya – itulah penerapan ritme dalam karya seni tradisional.

3️⃣ Mempraktikkan dan Menghasilkan Karya

Sekarang saatnya berkarya! Pilih satu objek nyata yang sudah kamu amati (misalnya daun, bunga, atau bentuk geometris), lalu praktikkan langkah-langkah menggambar ritme secara mandiri di buku gambarmu, mulai dari menentukan motif hingga mewarnai dan finishing.

Tips: Gunakan penggaris atau titik-titik bantu agar jarak antar motif tetap konsisten sehingga ritme pada karyamu terlihat rapi.

4️⃣ Mempresentasikan Hasil Karya

Setelah karya selesai, ceritakan hasil gambar ritmemu di depan kelas. Jelaskan motif apa yang kamu pilih, bagaimana urutan langkah yang kamu lakukan, dan objek nyata apa yang menginspirasimu.

Percaya diri saat presentasi adalah bagian penting dari proses berkarya seni. Semua karya itu istimewa dengan caranya masing-masing! 🎨✨

✍️ Penutup: Asesmen Formatif

Yuk, uji pemahamanmu tentang langkah-langkah menggambar ritme!

A. Pilihan Ganda

  1. Langkah pertama dalam menggambar ritme adalah menentukan … yang akan diulang.
    A. Judul karya   B. Motif/objek   C. Warna latar   D. Ukuran kertas
  2. Agar membentuk pola ritme yang rapi, motif digambar secara …
    A. Acak dan sekali saja   B. Ditumpuk semua sekaligus   C. Berurutan dan teratur   D. Hanya di satu sisi kertas
  3. Agar ritme terlihat lebih hidup dan tidak monoton, motif dapat divariasikan dari segi …
    A. Nama pembuat karya   B. Ukuran, warna, atau posisi   C. Jenis kertas gambar   D. Tempat memajang karya
  4. Perhatikan langkah-langkah berikut secara acak: (1) Mewarnai dan finishing (2) Menentukan motif (3) Mengulang motif secara teratur. Urutan yang tepat dalam menggambar ritme adalah …
    A. 2 – 3 – 1   B. 1 – 2 – 3   C. 3 – 1 – 2   D. 2 – 1 – 3
  5. Perhatikan sebuah gambar pagar dengan jarak antar tiang yang sama dan berulang tanpa perubahan ukuran. Gambar tersebut menerapkan jenis ritme …
    A. Ritme teratur   B. Ritme memancar   C. Ritme mengalir   D. Ritme acak

B. Isian Singkat

  1. Pola yang muncul karena adanya pengulangan bentuk secara teratur dalam sebuah karya disebut …
  2. Sebelum mengulang motif, hal pertama yang perlu digambar adalah … sebagai pedoman bentuk dan ukuran.
  3. Ritme yang menggunakan motif dengan ukuran berubah semakin besar atau semakin kecil secara bertahap disebut ritme …

C. Esai

  1. Jelaskan secara berurutan langkah-langkah menggambar ritme, mulai dari menentukan motif hingga finishing, menggunakan bahasamu sendiri!
  2. Perhatikan sebuah taman dengan pot bunga yang disusun berjajar dengan jarak yang sama, namun ukuran tiap pot berbeda secara bertahap dari kecil ke besar. Menurutmu, termasuk jenis ritme apakah susunan pot bunga tersebut? Jelaskan alasanmu!
🔑 Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda

1. B   2. C   3. B   4. A   5. A

Isian Singkat

  1. Ritme
  2. Motif/objek pertama (sebagai pedoman)
  3. Ritme memancar/mengalir (bertingkat)

Esai

  1. Langkah menggambar ritme: menentukan motif/objek yang akan diulang → menggambar motif pertama sebagai pedoman ukuran dan bentuk → mengulang motif secara teratur dengan jarak yang konsisten → memberi variasi ukuran, warna, atau posisi agar ritme terlihat hidup → mewarnai karya → merapikan garis (finishing). (Penilaian berdasarkan ketepatan urutan dan penjelasan murid)
  2. Susunan pot bunga tersebut termasuk ritme memancar/mengalir (bertingkat), karena jarak antar pot sama namun ukurannya berubah secara bertahap dari kecil ke besar, sehingga menimbulkan kesan gerak yang progresif. (Jawaban lain yang logis dan relevan dapat diterima)
🌟 Kesimpulan

Hari ini kita belajar bahwa menggambar ritme memiliki langkah-langkah yang berurutan: menentukan motif, menggambar motif pertama, mengulang motif secara teratur, memberi variasi, mewarnai, hingga finishing. Ritme ternyata sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pagar rumah, motif batik, hingga susunan pot bunga di taman. Dengan mengamati pola di sekitar kita dan mempraktikkannya secara mandiri, kita bisa menciptakan karya gambar yang indah dan teratur, sebagaimana Allah menciptakan alam semesta ini dengan pola dan irama yang begitu indah.

😊 Refleksi Perasaan Hari Ini

Bagaimana perasaanmu setelah belajar dan berkarya menggambar ritme hari ini? Yuk, pilih emoji yang paling menggambarkan perasaanmu!

😍
Sangat Senang
🙂
Senang
😐
Biasa Saja
😕
Bingung
😢
Sedih
📝 Catatan Refleksi Guru

Kendala Pembelajaran

  • Sebagian murid kesulitan menjaga jarak antar motif tetap konsisten sehingga pola ritme pada karyanya terlihat kurang rapi.
  • Alat gambar seperti penggaris dan pensil warna masih terbatas sehingga tidak semua murid dapat menggunakannya secara bersamaan.
  • Waktu presentasi karya kadang kurang karena banyak murid yang antusias ingin bercerita tentang karyanya.

Tindak Lanjut

  • Menyediakan titik-titik bantu atau kertas berpetak agar murid lebih mudah menjaga jarak antar motif tetap konsisten.
  • Meminta murid membawa alat gambar sederhana dari rumah, atau membentuk kelompok kecil agar alat dapat digunakan bergantian.
  • Menambah alokasi waktu presentasi pada pertemuan berikutnya dengan pengaturan waktu (timer) yang lebih jelas per murid.
🎨🖌️✨

Semangat berkarya, anak sholih dan sholihah!

Sama seperti ritme yang terbentuk dari pengulangan yang teratur dan penuh kesabaran, teruslah berlatih dan konsisten dalam belajar serta beribadah setiap hari agar semakin baik. Jangan takut salah saat berkarya, karena setiap goresan adalah proses belajar. Allah menyukai keindahan dan mencintai anak-anak yang rajin berkarya serta bersyukur atas kemampuan yang diberikan-Nya. Tetap semangat, kalian pasti bisa! 💪✨

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar Kelas 5 Matematika (Senin 28 September 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka Ayo Belajar Hari Ini! Kelas V Sekolah Dasar · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung IDENTITAS 👩‍🏫 Nama Gu...

Postingan Populer