Guru Kelas : Resi Irmayati, S.Pd.
1. Matematika : Menganalisis Data
2. Bahasa Indonesia : Pidato
3. Seni Rupa : Karya Seni Dari Bahan Daur Ulang
Hari/Tanggal : Rabu 13 Mei 2026
Kelas / Fase : 5 / C
TP Matematika :
Murid dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan dan menganalsis data dalam bentuk diagram batang untuk mendapatkan informasi
TP Bahasa Indonesia :
Murid dapat Menulis dan membaca naskah pidato
TP Seni Rupa :
Murid diharapkan dapat menjelaskan pengertian dan jenis-jenis limbah
Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....
1. Apa itu Diagram Batang?
Diagram batang adalah cara menyajikan informasi atau data menggunakan batang berbentuk persegi panjang.
Tujuan: Agar data yang banyak lebih mudah dibaca, dibandingkan, dan disimpulkan.
Ciri Khas: Memiliki dua sumbu (garis), yaitu sumbu mendatar (kategori) dan sumbu tegak (jumlah/frekuensi).
2. Langkah-langkah Menyajikan Data
Misalkan kita memiliki data nilai ulangan harian Matematika 10 siswa: 80, 70, 90, 80, 70, 100, 80, 90, 80, 70
Langkah 1: Membuat Tabel Frekuensi
Sebelum menggambar, kelompokkan data terlebih dahulu agar tidak ada yang terlewat.
Langkah 2: Membuat Sumbu Diagram
Gambar garis mendatar (horizontal) untuk menuliskan Nilai.
Gambar garis tegak (vertikal) untuk menuliskan Jumlah Siswa. Berikan angka dengan jarak yang sama (misal: 0, 1, 2, 3, ...).
Langkah 3: Menggambar Batang
Buatlah batang persegi panjang setinggi jumlah frekuensi pada tabel.
Pastikan lebar setiap batang dan jarak antar batang sama agar rapi.
Langkah 4: Memberi Judul
Judul sangat penting agar pembaca tahu data apa yang sedang ditampilkan. Contoh: "Diagram Batang Nilai Matematika Kelas 5".
3. Membaca dan Menganalisis Diagram
Setelah diagram selesai, kita bisa mendapatkan informasi dengan cepat:
Data Tertinggi: Lihat batang yang paling tinggi (Nilai 80 adalah yang paling banyak diperoleh siswa).
Data Terendah: Lihat batang yang paling pendek (Nilai 100 adalah yang paling sedikit diperoleh).
Membandingkan: Kita bisa melihat bahwa siswa yang mendapat nilai 70 lebih banyak daripada yang mendapat nilai 90.
Total Data: Jumlahkan semua tinggi batang ($3 + 4 + 2 + 1 = 10$ siswa).
Pidato adalah kegiatan berbicara di depan orang banyak untuk menyampaikan pendapat atau informasi. Orang yang ahli berpidato disebut Orator.
1. Cara Menulis Naskah Pidato yang Baik
Sebuah pidato yang bagus harus memiliki struktur yang lengkap. Bayangkan pidato seperti sebuah bangunan:
A. Pembukaan
Salam Pembuka: Contoh: "Assalamu’alaikum", "Selamat pagi".
Sapaan Hormat: Menyapa orang yang lebih tua atau penting. Contoh: "Yang saya hormati Bapak Kepala Sekolah..."
Rasa Syukur: Ucapan terima kasih kepada Tuhan.
B. Isi
Ini adalah bagian paling penting. Di sini kamu menjelaskan tema pidatomu.
Sampaikan masalah yang ada (misal: banyak sampah di laci meja).
Sampaikan solusi atau ajakan (misal: ayo membuang sampah pada tempatnya).
Gunakan kalimat ajakan seperti: "Marilah kita..." atau "Mari bersama-sama..."
C. Penutup
Kesimpulan: Ringkasan singkat dari isi pidato.
Permohonan Maaf: Menunjukkan kerendahan hati jika ada kesalahan kata.
Salam Penutup: Contoh: "Sekian dan terima kasih".
2. Teknik Membaca Naskah Pidato
Menulis naskah yang bagus saja tidak cukup. Kamu harus bisa menghidupkan naskah tersebut saat membacanya. Perhatikan 4 AS berikut:
Artikulasi (Kejelasan):
Ucapkan setiap kata dengan jelas. Huruf vokal ($A, I, U, E, O$) tidak boleh tertukar atau bergumam.
Aksentuasi (Penekanan):
Berikan penekanan pada kata-kata yang penting agar pendengar sadar bahwa bagian itu adalah inti pidatomu.
Adab (Sikap):
Berdiri tegak, tenang, dan tidak banyak melakukan gerakan tambahan yang tidak perlu (seperti menggaruk kepala).
Atur Napas (Intonasi):
Jangan membaca terlalu cepat seperti dikejar kereta. Gunakan tanda koma ($,$) untuk berhenti sebentar, dan titik ($.) untuk berhenti lebih lama.
a
Limbah adalah sisa bahan atau barang yang sudah tidak terpakai lagi dan dapat menjadi masalah bagi lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Dalam seni rupa, limbah dapat dimanfaatkan kembali menjadi karya yang kreatif dan bernilai guna.
Limbah dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Limbah Organik
Limbah yang berasal dari makhluk hidup dan mudah terurai secara alami.
Contoh:Daun kering
Kulit buah
Sisa makanan
2. Limbah Anorganik
Limbah yang berasal dari bahan non-hayati dan sulit terurai.
Contoh:Plastik
Kaleng
Botol kaca
3. Limbah Keras
Limbah yang memiliki bentuk keras dan tidak mudah berubah.
Contoh:Kayu bekas
Botol kaca
Kaleng
4. Limbah Lunak
Limbah yang bersifat lembut dan mudah dibentuk.
Contoh:Kertas bekas
Kardus
Kain perca
C. Pemanfaatan Limbah dalam Seni Rupa
Limbah dapat dimanfaatkan menjadi berbagai karya seni, seperti:
Hiasan dari botol plastik
Kerajinan dari kain perca
Pemanfaatan limbah ini membantu:
Menjaga kebersihan lingkungan
Melatih kreativitas
D. Contoh Kegiatan
Membuat karya seni sederhana dari limbah, misalnya:Membuat tempat pensil dari botol bekas
Membuat kolase dari kertas majalah bekas
A.Replace
B.Recycle
C.Reduce
D.Reuse
A. Warnanya kurang menarik dibandingkan plastik
B. Limbah organik berbahaya bagi kesehatan manusia
C. Bahannya mudah terurai dan rapuh seiring waktu
D. Limbah organik sulit didapatkan di alam
A. Mozaik
B. Assembling
C. Kolase
D. Patung
A. Memotong bagian tajam dan mencuci kaleng hingga bersih
B. Menjemur kaleng di bawah sinar matahari langsung
C. Menempelkan hiasan kertas di bagian luar kaleng
D. Langsung mewarnainya dengan cat minyak
A. Lukisan pemandangan menggunakan cat air
B. Anyaman dari serat bambu alami
C. Kolase dari dedaunan kering yang berguguran
D. Patung raksasa yang dirakit dari ribuan tutup botol plastik bekas
Wassalamualikum wr.wb.
