Selamat Belajar Anak Sholih/Sholihah

Jumat, 27 Februari 2026

Materi Ajar Kelas 5 (Jumat 27 Februari)

Hari/Tanggal : Jumat, 27 Februari 2026

Mata pelajaran : IPAS : Perjuangan melawan imperialisme


Capaian Pembelajaran IPAS
Elemen Pemahaman IPAS:
Di akhir fase ini peserta didik dapat menceritakan perjuangan bangsa Indonesia melawan imperialisme

Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga hari ini semua dalam keadaan sehat wal'afiyah ....
Adapun tujuan pembelajaran hari ini peserta didik dapat Menceritakan kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia.

IPAS
Kedatangan Bangsa Eropa 




Kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia (abad ke-16) didorong oleh kebutuhan rempah-rempah setelah jatuhnya Konstantinopel. Dipelopori oleh Portugis (1511), disusul Spanyol (1521), Belanda (1596), dan Inggris, mereka bertujuan mencapai motivasi 3G: Gold (kekayaan), Glory (kejayaan), dan Gospel (penyebaran agama). 


Latar Belakang Kedatangan:
Jatuhnya Konstantinopel (1453): Akses rempah-rempah bagi Eropa terputus, memaksa penjelajahan samudra.

Motivasi 3G:
Gold: Mencari keuntungan melalui monopoli rempah-rempah.
Glory: Mencari kejayaan dan menguasai wilayah baru.

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.  

Kamis, 26 Februari 2026

Materi Ajar Kelas 5 (Kamis 26 Februari 2026)

Hari/Tanggal : Kamis 26 Februari 2026

Muatan Pembelajaran :
1. Bahasa Indonesia : Cinta Indonesia
2. Pancasila : Keragaman Indonesia

CP BAHASA INDONESIA:
Pada akhir fase C, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan dan konteks sosial. Peserta didik menunjukkan minat terhadap teks, mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi dan pesan dari paparan lisan dan tulis tentang topik yang dikenali dalam teks narasi dan informatif. Peserta didik mampu menanggapi dan mempresentasikan informasi yang dipaparkan; berpartisipasi aktif dalam diskusi; menuliskan tanggapannya terhadap bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya; menulis teks untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya dengan lebih terstruktur. Peserta didik memiliki kebiasaan membaca untuk hiburan, menambah pengetahuan, dan keterampilan.

CP PANCASILA
Peserta didik mampu menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.


Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga hari ini semua dalam keadaan sehat wal'afiyah ....
Adapun tujuan pembelajaran hari ini peserta didik dapat menulis angka dan bilangan, dan 

Bahasa Indonesia

Penulisan Angka dan Bilangan


Penulisan dengan Angka
  • Perincian: Jika bilangan digunakan secara berurutan dalam suatu perincian, maka harus ditulis dengan angka (contoh: di kelas ada 5 meja, 10 kursi, dan 1 lemari).
  • Satuan Ukuran & Nilai: Angka digunakan untuk menyatakan ukuran panjang, berat, luas, isi, waktu, serta nilai uang dan persentase (contoh: 5 kgRp5.000,00).
  • Alamat & Bagian Karangan: Digunakan untuk menomori alamat rumah, jalan, atau bab dalam buku dan ayat kitab suci.
Aturan Khusus
  • Bilangan Besar: Bilangan yang sangat besar dapat ditulis sebagian dengan huruf agar lebih mudah dibaca (contoh: 250 juta).
  • Mata Uang: Penulisan rupiah menurut Indonesiabaik.id dilakukan dengan simbol "Rp" tanpa spasi dan tanda titik setelahnya sebelum nominal angka (contoh: Rp1.000).
  • Akhiran -an: Penulisan angka yang mendapat akhiran -an menggunakan tanda hubung (contoh: tahun 1990-anuang 5.000-an).
  • Angka Romawi: Digunakan untuk menyatakan tingkat atau urutan (contoh: Abad XXIKelas V)
Soal latihan
 
1. Penulisan bilangan yang menyatakan jumlah (ukuran/berat/isi) yang tepat adalah…
A. Ibu membeli tiga kilogram telur.
B. Ibu membeli 3 kg telur.
C. Ibu membeli 3 Kilogram telur.
D. Ibu membeli tiga Kg telur.


2. Manakah kalimat yang menggunakan penulisan angka untuk nilai uang secara benar?
A. Harga buku itu Rp 15.000,00
B. Harga buku itu Rp15.000
C. Harga buku itu Rp. 15.000,00
D. Harga buku itu Rp15.000,00


3. Penulisan bilangan tingkat yang benar adalah…
A. Siswa kelas 5-A sedang berolahraga.
B. Siswa kelas V-A sedang berolahraga.
C. Siswa kelas kelima-A sedang berolahraga.
D. Siswa kelas V A sedang berolahraga.

4. Penulisan bilangan di awal kalimat yang tepat adalah…
A. 50 siswa mengikuti upacara.
B. Lima puluh siswa mengikuti upacara.
C. 50 Siswa mengikuti upacara.
D. Lima Puluh siswa mengikuti upacara.

5. Perhatikan kalimat ini: "Doktor Sutomo lahir pada 30 Juli 1888." Penulisan angka tersebut sudah benar karena menyatakan…
A. Jumlah benda
B. Urutan
C. Waktu
D. Persentase

Pendidikan Pancasila
Keragaman Suku Bangsa

Indonesia merupakan negara majemuk dengan lebih dari 1.340 suku bangsa yang tersebar di 17.504 pulau, menjadikannya salah satu negara dengan keberagaman etnis tertinggi di dunia. Suku Jawa adalah kelompok terbesar, diikuti suku Sunda, Batak, Madura, Betawi, dan Minangkabau. Keberagaman ini mencakup perbedaan bahasa daerah, adat istiadat, rumah adat, serta pakaian tradisional, yang disatukan oleh semboyan Bhinneka Tunggal Ika. 
Berikut adalah poin-poin penting keragaman suku bangsa di Indonesia:

  • Jumlah dan Sebaran: Berdasarkan sensus BPS, terdapat lebih dari 1.340 suku bangsa di seluruh Indonesia. Pulau Jawa memiliki populasi suku terbanyak, namun keragaman sangat tinggi di wilayah seperti Papua, Kalimantan, dan Sulawesi.
  • Contoh Suku Besar:
     Suku Jawa (terbesar), Sunda, Batak, Madura, Betawi, Minangkabau, Bugis, Melayu, dan berbagai suku di Papua
    .
  • Aspek Keberagaman: Setiap suku memiliki keunikan budaya meliputi:
    • Bahasa Daerah: Lebih dari 600 bahasa daerah yang berbeda.
    • Rumah Adat: Contohnya Rumah Gadang (Minangkabau), Joglo (Jawa), Tongkonan (Toraja), Honai (Papua).
    • Tradisi dan Adat Istiadat: Contohnya Upacara Ngaben di Bali, Rambu Solo di Toraja, dan Lompat Batu di Nias.
    • Sistem Kekerabatan: Masyarakat Minangkabau menganut matrilineal, sementara banyak suku lain menganut patrilineal.
  • Faktor Penyebab: Keberagaman disebabkan oleh kondisi geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan, posisi strategis jalur perdagangan, dan perbedaan kondisi alam yang membentuk budaya unik di tiap wilayah.
  • Pentingnya Keragaman: Suku bangsa menjadi pilar identitas nasional, modal sosial, serta daya tarik budaya dan pariwisata yang memperkuat persatuan bangsa. 

  • . Keragaman budaya di Indonesia merupakan ...
    • A. Kelemahan bangsa
    • B. Sumber perpecahan
    • C. Kekayaan bangsa
    • D. Hal yang harus dihindari
    2. Suku bangsa di Indonesia yang terkenal dengan rumah adat Tongkonan berasal dari daerah ...
    • A. Sulawesi Selatan
    • B. Sumatra Barat
    • C. Papua
    • D. Bali
    3. Contoh alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat adalah ...
    • A. Gamelan
    • B. Sasando
    • C. Angklung
    • D. Tifa
    4. Sikap menghargai keragaman budaya adalah dengan cara ...
    • A. Mengejek pakaian adat daerah lain
    • B. Mempelajari tarian dari daerah lain
    • C. Menolak makanan khas daerah
    • D. Hanya menggunakan bahasa daerah sendiri
    5. Semboyan negara Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, berarti ...
    • A. Berbeda-beda tetapi tetap sama
    • B. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua
    • C. Bersama-sama membangun bangsa
    • D. Keberagaman adalah satu
    6. Tari Kecak yang terkenal merupakan salah satu kesenian tradisional dari daerah ...
    • A. Jawa Timur
    • B. Bali
    • C. Sumatra Utara
    • D. Kalimantan Barat
    7. Tindakan yang mencerminkan penerapan sila ketiga Pancasila dalam keragaman adalah ...
    • A. Memilih teman hanya yang satu suku
    • B. Gotong royong tanpa membedakan suku
    • C. Memaksakan budaya sendiri
    • D. Mengabaikan teman berbeda agama
    8. Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa daerah. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keberagaman dalam bentuk ...
    • A. Agama
    • B. Kesenian
    • C. Bahasa
    • D. Adat istiadat
    9. Peran utama Pancasila dalam mengelola keberagaman di Indonesia adalah ...
    • A. Membeda-bedakan suku
    • B. Menyatukan keragaman dalam persatuan
    • C. Membuat aturan yang kaku
    • D. Mengurangi jumlah suku
    10. Salah satu contoh rumah adat yang berbentuk panggung dan berasal dari Sumatra Barat adalah ...
    • A. Rumah Gadang
    • B. Rumah Joglo
    • C. Honai
    • D. Tongkonan
  1. Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.  

Rabu, 25 Februari 2026

Materi Ajar Kelas 5 (Rabu 25 Februari 2026)

Hari/Tanggal : Rabu 25 Februari 2026

Muatan Pembelajaran :
1. Matematika : Bangun Datar
2. Bahasa Indonesia : Cinta Indonesia
3. Seni Budaya : Menggambar tumbuhan

Capaian Pembelajaran Matematika
Elemen
Pada akhir fase C, peserta didik dapat menentukan keliling dan luas berbagai bentuk bangun datar (segitiga, segiempat, dan segibanyak) serta gabungannya. Mereka dapat menghitung durasi waktu dan mengukur besar sudut.

CP BAHASA INDONESIA:
Pada akhir fase C, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan dan konteks sosial. Peserta didik menunjukkan minat terhadap teks, mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi dan pesan dari paparan lisan dan tulis tentang topik yang dikenali dalam teks narasi dan informatif. Peserta didik mampu menanggapi dan mempresentasikan informasi yang dipaparkan; berpartisipasi aktif dalam diskusi; menuliskan tanggapannya terhadap bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya; menulis teks untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya dengan lebih terstruktur. Peserta didik memiliki kebiasaan membaca untuk hiburan, menambah pengetahuan, dan keterampilan.

Seni Rupa
Elemen Mengalami
Pada akhir fase C, peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan unsur dalam prinsip desain.


Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga hari ini semua dalam keadaan sehat wal'afiyah ....
Adapun tujuan pembelajaran hari ini peserta didik dapat menentukan keliling dan luas segitiga, memahami penggunaan huruf kapital dan menearpkannya dalam penulisan sehari hari, dan mengenal objek gambar tumbuhan.

Matematika
                

Rumus keliling segitiga adalah K = a + b + c ( sis 1 + sisi 2 + sisi 3) di mana a, b, dan c adalah panjang sisi-sisi segitiga. Rumus ini berlaku untuk semua jenis segitiga, termasuk segitiga sama sisi, sama kaki, dan sembarang. 
Cara menghitung keliling segitiga: 
  1. Jumlahkan panjang ketiga sisi segitiga.
  2. Tuliskan panjang masing-masing sisi ke dalam rumus K = a + b + c.
  3. Hitung hasilnya.
Contoh soal:
  • Jika sebuah segitiga memiliki panjang sisi 12 cm, 5 cm, dan 13 cm, maka keliling segitiga tersebut adalah 30 cm. 
Kerjakan soal berikut dengan cermat!


1. Perhatikan gambar berikut!

Keliling bangun di atas adalah .... cm
a. 21 b. 22 c. 24 d. 25

2.

Jika keliling bangun di atas 86 cm, maka panjang alasnya adalah .... cm
a. 24 b. 26 c. 28 d. 30
 
3. Keliling segitiga sama sisi dengan panjang sisi 26 cm adalah ....
a. 72 b. 78 c. 80 d. 82

4. Perhatikan gambar berikut!
Keliling segitiga di atas yaitu . . .
A. 12 cm B. 16 cm
C. 24 cm D. 32 cm

5. Perhatikan gambar berikut!
Keliling segitiga di atas yaitu 47 cm. Panjang sisi a yaitu. . .
A. 16 cm B. 17 cm
C. 18 cm D. 19 cm

Bahasa Indonesia
Huruf  Kapital


Berikut adalah panduan utama penggunaan huruf kapital:
  • Awal Kalimat: Huruf pertama kata pertama dalam kalimat.
  • Nama Orang & Gelar: Nama orang (Budi Santoso), gelar akademik/keagamaan yang diikuti nama (Sultan Hasanuddin, Dokter Azim).
  • Agama, Tuhan, Kitab Suci: Islam, Kristen, Tuhan, Al-Qur'an, Alkitab.
  • Bangsa, Suku, Bahasa: Bangsa Indonesia, suku Dani, bahasa Inggris.
  • Nama Geografi: Jakarta, Pulau Bali, Gunung Merapi.
  • Hari, Bulan, Tahun, Peristiwa: Hari Jumat, bulan Agustus, tahun Hijriah, Proklamasi Kemerdekaan.
  • Judul: Huruf pertama setiap kata di judul buku/artikel, kecuali kata tugas (dan, di, ke, yang). 
Yang TIDAK Menggunakan Huruf Kapital:
  • Nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis: jeruk bali, batik pekalongan.
  • Nama gelar yang tidak diikuti nama orang: Dia menjadi sultan.
  • Kata bin atau binti.
  • Kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak digunakan sebagai penyapaan: "Kita harus menghormati bapak dan ibu kita". 

Kerjakan Latihan berikiut! 
1. Berikut ini salah satu contoh penggunaan huruf kapital yang benar yaitu. . .
A. Ditya sedang belajar bahasa bali
B. Tio bertanya, “Kapan paketnya datang?”
C. Sultan hasanuddin adalah pahlawan nasional
D. Dia tinggal di jalan Gunung Lempuyang

Soal No.2
Kunjungan ke museum dilaksankan pada rabu, 6 maret 2024.

Penggunaan huruf kapital di atas kurang tepat. Kata yang seharusnya ditulis kapital pada huruf pertamanya yaitu. . .
A. rabu dan maret
B. musem dan rabu
C. maret dan musem
D. pada dan rabu

Soal No.3
Perhatikan pernyataan berikut!
  1. Huruf pertama di akhir kalimat.
  2. Huruf pertama unsur nama orang.
  3. Huruf pertama nama benda.
  4. Huruf pertama di awal kalimat dalam petikan kalimat tidak langsung.
Kaidah penulisan huruf kapital yang benar ditunjukkan oleh nomor....
A. satu
B. dua
C. tiga
D. empat

4. Perhatikan teks berikut!
Museum Negeri Mpu Tantular Provinsi Jawa Timur

Museum Negeri Mpu Tantular Provinsi Jawa Timur merupakan museum umum yang awalnya bernama Stedelijk Historisch Museum Surabaya. Seorang kolektor Jerman bernama Von Faber membangun museum tersebut. Pihak pengelola museum mengadakan berbagai kegiatan seperti pameran keliling, program museum masuk sekolah, seminar, lomba, festival, peragaan koleksi, dan pemutaran film. Program tahunan museum ini yaitu Festival Tantular.

Terdapat penulisan kapital yang tidak tepat pada teks di atas. Penulisan tersebut terdapat pada kalimat...
A. pertama
B. kedua
C. ketiga
D. keempat  

5. Pilihlah kalimat yang menggunakan huruf kapital secara tepat!
A. Bangsa Indonesia memiliki beragam Suku.
B. Kita harus menghormati Bapak dan Ibu Guru.
C. Adik sedang membaca buku karangan Andrea Hirata.
D. Sungai mahakam terletak di Kalimantan Timur.

SENI RUPA


Cara Menggambar dan Mewarnai Daun


Menggambar dengan proporsi yang tepat berarti membuat gambar yang tampak wajar dan harmonis. Proporsi adalah perbandingan yang ideal antara bagian-bagian suatu objek.

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menggambar dengan proporsi yang tepat:
  1. Buat garis kerangka atau guideline. Garis ini bisa berupa garis vertikal yang menandai bagian kepala, badan, dan kaki.
  2. Tentukan titik pusat gambar.
  3. Tentukan skala gambar.
  4. Buat sketsa, misalnya dengan membuat siluet.
  5. Tandai letak anggota tubuh sesuai dengan proporsi.
  6. Perhatikan perspektif gambar.
  7. Periksa kembali gambar untuk memastikan proporsi yang tepat.
Untuk menggambar dengan proporsi yang tepat, bisa:
  • Melakukan pengukuran dan menggunakan garis bantu.
  • Menggunakan referensi visual seperti foto atau patung.
  • Berlatih dan melakukan riset secara teratur.

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.

STS ke-6 (Jumat 13 Maret 2026)

 Hari / Tanggal : Jumat 13 Maret 2026 Fase / Kelas : C / 5 Mata Pelajaran : PJOK dan PAK Jadwal STS Kelas 5 Apa kabar anak Sholeh Sholehah? ...

Postingan Populer