Selamat Belajar Anak Sholih/Sholihah

Rabu, 05 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 5 (Kamis 6 Agustus 2026)

Nama Guru : Resi Irmayati, S.Pd.

Mata Pelajaran :
1. Pancasila : Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila
2. Seni Rupa :

Hari/Tanggal : Kamis 6 Agustus 2026

Kelas / Fase : 5 / C

TP Pancasila :
Meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat

TP Seni Rupa :
Mempraktikkan langkah menggambar objek secara kreatif.



Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....

PANCASILA


Peristiwa Lahirnya Pancasila

Gagasan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak lahir dari satu tokoh saja, melainkan merupakan hasil perumusan dan diskusi dari beberapa tokoh penting, terutama Ir. Soekarno, yang dikenal sebagai "Bapak Bangsa" dan pada tanggal 1 Juni 1945 mengemukakan pidatonya tentang konsep awal Pancasila dalam sidang BPUPKI, serta Mohammad Yamin dan Soepomo yang juga menyampaikan usulan dasar negara pada sidang BPUPKI.

Peran Tokoh-tokoh Kunci:

Ir. Soekarno:
Pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato "Lahirnya Pancasila" yang mengusulkan lima prinsip dasar negara, yaitu Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan.

Mohammad Yamin:
Pada sidang pertama BPUPKI, Mohammad Yamin mengusulkan lima prinsip dasar negara yang meliputi Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan.

Soepomo:
Pada 31 Mei 1945, Soepomo menyampaikan usulannya tentang dasar negara yang menekankan pada Persatuan (Unitarisme), Kekeluargaan, Keseimbangan lahir dan batin, Musyawarah, dan Keadilan rakyat.

Peran Panitia Sembilan:
Setelah usulan-usulan tersebut disampaikan, dibentuklah Panitia Sembilan untuk menyempurnakan rumusan Pancasila. Tokoh-tokoh dalam Panitia Sembilan ini antara lain Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. A.A. Maramis, Mr. Muhammad Yamin, Achmad Soebardjo, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakkar, H. Agus Salim, dan K.H. Abdul Wahid Hasyim.

Pengesahan Pancasila:
Pancasila akhirnya disahkan sebagai dasar negara Indonesia pada Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945, yang tercantum dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945.

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni. Peringatan ini merujuk pada momen penting ketika Ir. Soekarno menyampaikan pidato yang mengusulkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945.

Peringatan Hari Lahir Pancasila bertujuan untuk mengingat dan menghargai perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara, serta untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Latihan
1. Pada masa penjajahan Jepang pernah dibentuk sebuah lembaga bernama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diketuai oleh .....
A. Ir Soekarno
B. Drs Muhammad Hatta
C. Dr Radjiman Widyadiningrat
D. Mr Muh Yamin

2. Perhatikan peristiwa berikut:
1. Ir Soekarno dan Moh Hatta dipilih sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia
2. Panitia Sembilan menghasilkan Piagam Jakarta
3. Ir Soekarno mengusulkan lima dasar negara
4. Jepang mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai
Urutan yang benar sesuai waktu terjadinya peristiwa penting di atas adalah....
A. 1, 2, 4, 3
B. 4, 3, 2, 1
C. 4, 3, 1, 2
D. 1, 3, 4, 2

3. Istilah Pancasila sebagai dasar negara untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Ir Soekarno pada sidang BPUPKI tanggal...
A. 29 Mei 1945
B. 1 Juli 1945
C. 17 Agustus 1945
D. 1 Juni 1945

4. Perhatikan rumusan berikut!
1. Nasionalisme dan kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme dan perikemanusiaan
3. Mufakat dan demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
Perumus cikal bakal Pancasila tersebut adalah.....
A. Mr Muh Yamin
B. Mr Soepomo
C. Ir Soekarno
D. Drs Moh Hatta

5. Piagam Jakarta berhasil dirumuskan dan disepakati sebagai rumusan yang akan disahkan sebagai dasar negara. Akan tetapi, terdapat warga yang tidak setuju dengan salah satu bunyi isi rumusan tersebut. Rumusan yang dimaksud adalah.....
A. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
B. Kemanusiaan yang adil dan beradab
C. Persatuan Indonesia
D. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

Seni Rupa 





1.  Menggambar Objek (Unsur Seni Rupa)

Sebelum menggoreskan pensil, kamu perlu tahu 4 unsur penting yang membuat sebuah gambar objek terlihat menarik:

  • 1. Garis: Goresan dasar yang menghubungkan titik. Garis bisa berbentuk lurus, lengkung, zig-zag, atau putus-putus. Garis berfungsi membentuk batas luar objek.

  • 2. Bentuk: Hasil dari garis-garis yang saling bertemu. Ada bentuk dasar 2 dimensi (lingkaran, persegi, segitiga) dan bentuk 3 dimensi/volume (bola, kubus, tabung).

  • 3. Warna: Memberikan jiwa pada gambarmu! Warna dibagi menjadi warna primer (merah, kuning, biru) dan warna sekunder (hijau, jingga, ungu).

  • 4. Tekstur: Sifat permukaan objek yang terlihat atau terasa pada gambar, misalnya kesan halus (pada buah apel), kasar (pada batang pohon), atau licin (pada gelas kaca).

2. Langkah-Langkah Menggambar Objek Secara Sistematis

Agar gambarmu rapi dan tidak sering dihapus, ikuti 3 tahapan utama berikut:

[1. Buat Sketsa Tipis] ➔ [2. Tebalkan Garis Utama] ➔ [3. Mewarnai & Finishing]
TahapanKegiatanTips Penting
1. Sketsa (Sketching)Menggambar bentuk dasar objek menggunakan pensil.Goreskan pensil secara tipis saja agar mudah dihapus jika ada kesalahan.
2. Penegasan (Outlining)Menebalkan garis-garis sketsa yang sudah benar.Gunakan pensil tebal (2B) atau drawing pen agar bentuk objek terlihat tegas.
3. Mewarnai (Coloring)Mengisi bentuk dengan warna dan memberi efek gelap-terang.Warnai secara searah dan buat teknik gradasi agar objek terlihat bervolume/3D.

3. Mari Mempraktikkan: Menggambar Objek Cangkir & Buah 🍎☕

Sekarang, mari kita coba menggambar gabungan dua objek sederhana dengan memperhatikan bentuk dan proporsi (perbandingan ukuran yang pas).

Apa itu Proporsi?

Proporsi adalah perbandingan ukuran antarbagian benda. Contohnya, ukuran cangkir tidak boleh dibuat jauh lebih besar daripada meja tempatnya berdiri, atau buah apel tidak boleh lebih besar dari cangkirnya.

Panduan Langkah demi Langkah:

  1. Amati Objek: Letakkan cangkir dan buah apel di atas meja di depanmu.

  2. Tentukan Bentuk Dasar (Sketsa):

    • Gambarlah bentuk tabung/silinder tipis untuk cangkir.

    • Gambarlah bentuk lingkaran tipis di sebelah cangkir untuk buah apel.

  3. Detailkan Bentuk:

    • Tambahkan gagang lengkung pada cangkir dan cerukan di atas buah apel beserta tangkainya.

    • Pastikan ukuran apel seimbang bersanding dengan cangkir (perhatikan proporsinya!).

  4. Tebalkan Garis: Hapus garis-garis bantu yang tidak terpakai, lalu tebalkan bentuk pasti cangkir dan apel tersebut.

  5. Pewarnaan: Warnai cangkir dan buah apel sesuai warna aslinya.

4. Tips Agar Karyamu Makin Kreatif dan Menarik ✨

Ingin gambarmu dipuji teman-teman dan gurumu? Terapkan 3 rahasia ini:

  • Komposisi yang Seimbang: Letakkan objek di tengah bidang gambar. Jangan terlalu ke pinggir, terlalu atas, atau terlalu bawah.

  • Sentuhan Gelap-Terang (Bayangan): Tentukan arah datangnya cahaya (misal dari kiri). Bagian objek yang terkena cahaya diberi warna lebih terang, sedangkan bagian yang membelakangi cahaya diarsir/diwarnai lebih gelap.

  • Kreativitas Latar Belakang: Jangan biarkan kertas polos! Tambahkan latar belakang sederhana seperti garis meja, pola tapak meja, atau warna latar lembut agar gambarmu semakin hidup.


Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.

Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi Ajar Kelas 5 (Kamis 6 Agustus 2026)

Nama Guru : Resi Irmayati, S.Pd. Mata Pelajaran : 1. Pancasila : Kronologi Sejarah Kelahiran Pancasila 2. Seni Rupa : Hari/Tanggal : Kamis 6...

Postingan Populer