Nama Guru : Resi Irmayati, S.Pd.
Kelas / Fase : 5 / C
Mata Pelajaran :
1.Pendidikan Pancasila : Sikap Para Perumus Pancasila
Apersepsi:
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia dan semangat selalu. Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak. Dimana shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim. Dimana Allah sudah sangat baik dengan kita, dengan segala kebesaranNya. Allah Maha Khaliq, zat yang menciptakan kita, Allah juga Maha Malik, zat yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.
1.Pancasila
Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa dan negara.
CP Seni Rupa :
Mengalami (Experiencing)
Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.
Murid dapat meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat.
Murid dapat menjelaskan proses pembuatan, kelebihan, dan tantangan saat membuat karya seni rupanya sendiri di depan kelas.
Seni Rupa
- Peserta didik memilih paduan unsur rupa (warna, garis, tekstur) yang sesuai dengan gagasan atau tema.
- Peserta didik merencanakan komposisi karya dengan menerapkan prinsip seni rupa (keseimbangan, irama, kesatuan).
- Peserta didik mengeksplorasi alat dan bahan dalam pembuatan karya dua atau tiga dimensi.
- Peserta didik mewujudkan karya seni rupa murni atau terapan yang menerapkan unsur dan prinsip seni rupa secara terpadu.
- Mengidentifikasi sikap positif para perumus seperti kerja keras, rela berkorban, dan cinta tanah air.
- Mendiskusikan makna musyawarah mufakat yang dilakukan oleh para pendiri bangsa.
- Memberikan contoh sikap menghargai perbedaan pendapat dalam proses perumusan.
Alokasi Waktu : 2 JP x 35 Menit
Model Pembelajaran : Contextual Teaching Learning (CTL)
Media Pembelajaran / Alat Peraga : Video Pembelajaran, Foto Tokoh Perumus Pancasila, Gambar Unsur dan Prinsip Seni Rupa

Peristiwa Lahirnya Pancasila
Pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato "Lahirnya Pancasila" yang mengusulkan lima prinsip dasar negara, yaitu Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan.
Pada sidang pertama BPUPKI, Mohammad Yamin mengusulkan lima prinsip dasar negara yang meliputi Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan.
Pada 31 Mei 1945, Soepomo menyampaikan usulannya tentang dasar negara yang menekankan pada Persatuan (Unitarisme), Kekeluargaan, Keseimbangan lahir dan batin, Musyawarah, dan Keadilan rakyat.
B. Drs Muhammad Hatta
C. Dr Radjiman Widyadiningrat
D. Mr Muh Yamin
2. Perhatikan peristiwa berikut:
1. Ir Soekarno dan Moh Hatta dipilih sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia
2. Panitia Sembilan menghasilkan Piagam Jakarta
3. Ir Soekarno mengusulkan lima dasar negara
4. Jepang mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai
Urutan yang benar sesuai waktu terjadinya peristiwa penting di atas adalah....
A. 1, 2, 4, 3
B. 4, 3, 2, 1
C. 4, 3, 1, 2
D. 1, 3, 4, 2
3. Istilah Pancasila sebagai dasar negara untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Ir Soekarno pada sidang BPUPKI tanggal...
A. 29 Mei 1945
B. 1 Juli 1945
C. 17 Agustus 1945
D. 1 Juni 1945
4. Perhatikan rumusan berikut!
1. Nasionalisme dan kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme dan perikemanusiaan
3. Mufakat dan demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
Perumus cikal bakal Pancasila tersebut adalah.....
A. Mr Muh Yamin
B. Mr Soepomo
C. Ir Soekarno
D. Drs Moh Hatta
5. Piagam Jakarta berhasil dirumuskan dan disepakati sebagai rumusan yang akan disahkan sebagai dasar negara. Akan tetapi, terdapat warga yang tidak setuju dengan salah satu bunyi isi rumusan tersebut. Rumusan yang dimaksud adalah.....
A. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
B. Kemanusiaan yang adil dan beradab
C. Persatuan Indonesia
D. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
1. Menggambar Objek (Unsur Seni Rupa)
Sebelum menggoreskan pensil, kamu perlu tahu 4 unsur penting yang membuat sebuah gambar objek terlihat menarik:
1. Garis: Goresan dasar yang menghubungkan titik. Garis bisa berbentuk lurus, lengkung, zig-zag, atau putus-putus. Garis berfungsi membentuk batas luar objek.
2. Bentuk: Hasil dari garis-garis yang saling bertemu. Ada bentuk dasar 2 dimensi (lingkaran, persegi, segitiga) dan bentuk 3 dimensi/volume (bola, kubus, tabung).
3. Warna: Memberikan jiwa pada gambarmu! Warna dibagi menjadi warna primer (merah, kuning, biru) dan warna sekunder (hijau, jingga, ungu).
4. Tekstur: Sifat permukaan objek yang terlihat atau terasa pada gambar, misalnya kesan halus (pada buah apel), kasar (pada batang pohon), atau licin (pada gelas kaca).
2. Langkah-Langkah Menggambar Objek Secara Sistematis
Agar gambarmu rapi dan tidak sering dihapus, ikuti 3 tahapan utama berikut:
[1. Buat Sketsa Tipis] ➔ [2. Tebalkan Garis Utama] ➔ [3. Mewarnai & Finishing]
| Tahapan | Kegiatan | Tips Penting |
| 1. Sketsa (Sketching) | Menggambar bentuk dasar objek menggunakan pensil. | Goreskan pensil secara tipis saja agar mudah dihapus jika ada kesalahan. |
| 2. Penegasan (Outlining) | Menebalkan garis-garis sketsa yang sudah benar. | Gunakan pensil tebal (2B) atau drawing pen agar bentuk objek terlihat tegas. |
| 3. Mewarnai (Coloring) | Mengisi bentuk dengan warna dan memberi efek gelap-terang. | Warnai secara searah dan buat teknik gradasi agar objek terlihat bervolume/3D. |
3. Mari Mempraktikkan: Menggambar Objek Cangkir & Buah 🍎☕
Sekarang, mari kita coba menggambar gabungan dua objek sederhana dengan memperhatikan bentuk dan proporsi (perbandingan ukuran yang pas).
Apa itu Proporsi?
Proporsi adalah perbandingan ukuran antarbagian benda. Contohnya, ukuran cangkir tidak boleh dibuat jauh lebih besar daripada meja tempatnya berdiri, atau buah apel tidak boleh lebih besar dari cangkirnya.
Panduan Langkah demi Langkah:
Amati Objek: Letakkan cangkir dan buah apel di atas meja di depanmu.
Tentukan Bentuk Dasar (Sketsa):
Gambarlah bentuk tabung/silinder tipis untuk cangkir.
Gambarlah bentuk lingkaran tipis di sebelah cangkir untuk buah apel.
Detailkan Bentuk:
Tambahkan gagang lengkung pada cangkir dan cerukan di atas buah apel beserta tangkainya.
Pastikan ukuran apel seimbang bersanding dengan cangkir (perhatikan proporsinya!).
Tebalkan Garis: Hapus garis-garis bantu yang tidak terpakai, lalu tebalkan bentuk pasti cangkir dan apel tersebut.
Pewarnaan: Warnai cangkir dan buah apel sesuai warna aslinya.
4. Tips Agar Karyamu Makin Kreatif dan Menarik ✨
Ingin gambarmu dipuji teman-teman dan gurumu? Terapkan 3 rahasia ini:
Komposisi yang Seimbang: Letakkan objek di tengah bidang gambar. Jangan terlalu ke pinggir, terlalu atas, atau terlalu bawah.
Sentuhan Gelap-Terang (Bayangan): Tentukan arah datangnya cahaya (misal dari kiri). Bagian objek yang terkena cahaya diberi warna lebih terang, sedangkan bagian yang membelakangi cahaya diarsir/diwarnai lebih gelap.
Kreativitas Latar Belakang: Jangan biarkan kertas polos! Tambahkan latar belakang sederhana seperti garis meja, pola tapak meja, atau warna latar lembut agar gambarmu semakin hidup.
Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah.
Wassalamualaikum wr. wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar