Hari/Tanggal : Jumat, 21 Februari 2020
DAMPAK MODERNISASI
KELAS 6 TEMA 9 SUBTEMA 2 PEMBELAJARAN 3

Ayo Berdiskusi
Bersama
dengan teman sebangkumu, tentukan kurang lebih lima benda yang ada di
sekitarmu. Cari tahu bagaimana alat tersebut telah berkembang hingga
saat ini dengan cara membandingkannya dengan alat yang memiliki kegunaan
yang sama yang digunakan pada masa lalu
Teknologi sederhana di masa lalu : Surat
Teknologi modern : Email (surat elektronik)
Teknologi sederhana di masa lalu : Telegram
Teknologi modern : Telepon
Teknologi sederhana di masa lalu : Pisau, gunting cukur/alat cukur
Teknologi modern : Alat cukur elektrik
Teknologi sederhana di masa lalu Alat cuci manual
Teknologi modern : Mesin cuci
Teknologi sederhana di masa lalu : Sepeda
Teknologi modern : Sepeda motor
Apakah yang dapat kamu simpulkan dari hasil diskusimu tersebut?
Perubahan teknologi terjadi salah satunya disebabkan oleh kebutuhan manusia yang semakin beragam dan cepat.
Lakukan kegiatan berikut ini dengan memperhatikan instruksi yang diberikan
Membuat ringkasan
Dengan
menggunakan bacaan di atas dan sumber informasi lainnya yang sesuai,
buatlah sebuah ringkasan dalam bentuk yang paling kamu sukai, misalnya
berupa peta pikiran, tabel, poster atau gambar. Ringkasanmu sebaiknya
memuat beberapa hal berikut ini :
1. Bagaimana modernisasi memengaruhi gaya hidup dan cara berpikir masyarakat modern.
2.
Menjelaskan contoh setiap pengaruh modernisasi yang disebutkan dalam
artikel. Contoh lain bisa didapatkan dari sumber informasi lain yang
sesuai
3. Tulisan dan gambar keseluruhan jelas dan mudah dibaca.
Dapat menggunakan pensil warna atau spidol untuk memperjelas dan
membuatnya menarik

Ayo Berlatih
Membuat kliping dampak Modernisasi terhadap budaya masyarakat
Lakukanlah
kegiatan ini secara berpasangan. Kumpulkan paling sedikit satu artikel
dan gambar dari surat kabar, majalah, atau media lain. Artikel dan
gambar yang digunakan harus menjelaskan pengaruh modernisasi terhadap
budaya masyarakat Indonesia. Seperti yang telah kamu pahami dari artikel
di atas dan kegiatan sebelumnya. Jangan lupa mencantumkan sumbernya.
Buatlah klipingmu semenarik mungkin untuk mengundang orang lain untuk membacanya
MODERNISASI TENGGELAMKAN BUDAYA TRADISIONAL
oleh : Erlina Munthe (Mahasiswi Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UMRAH)
Modernisasi
sedang galak-galaknya belakangan ini. Budaya modern ini dialami dari
kalangan anak-anak, remaja, dewas, hingga orang tua. Berawal dari
teknologi yang canggih, beralih ke makanan cepat saji, berkembang lagi
dalam segi pakaian, dan pola tingkah laku yang kemudian menjamur dan
mewabah di kalangan masyarakat.
Modernisasi
dapat dikatakan suatu proses transformasi dari suatu perubahan ke arah
yang lebih maju datau meningkat di berbagai aspek dalam kehidupan
masyarakat
Dalam kenyataannya, budaya modernisasi banyak yang
bertentangan dengan nilai dan norm di dalam suatu masyarakat. Banyak
budaya modernisasi membawa dampak negatif yang sangat besar, ketimbang
dampak positifnya. Budaya modernisasi lazimnya juga suka dipertentangkan
dengan nilai-nilai budaya tradisi yang ada
Misalnya
saja dalam budaya tradisi rakyat Indonesia. Pada zaman dahulu mengenai
cara berpakaian. Mereka hanya mengenakan sarung dan kain panjang. Bagi
perempuan diwajibkan menutup auratnya. Kita sandingkan dengan jaman
sekarang. Betapa vulgarnya pakaian yang dikenakan baik itu oleh pria
maupun juga dengan wanita
Seperti
salah satu contohnya, banyak kita jumpai pakaian wanita yang terbuka
seksi dan mini, seakan-akan kekurangan bahan. Mengapa kita menyukainya?
Mengapa kita ingin memakainya? Ya, karena modernisasi tadi, semuanya
berpedoman ke negara-negara Barat.
Ada juga pandangan dari orang lain
yang mengatakan jika tidak memiliki itu semua dikatakan ketinggalan
zaman. Sehingga memaksakan diri agar terlihat mengikuti zaman dan
dikatakan modis.
Selain tradisi dalam berpakaian, ada hal lain yaitu
mengenai kesenian. Jaman dulu masyarakat sangat antusias untuk menonton
wayang. Zaman sekarang? Jangankan menonton wayang kulit, melirik saja
tidak mau.
Wayang kulit (shutterstock.com)
Banyak
masyarakat zaman sekarang lebih menyukai menonton sinetron, drama korea
maupun film dari luar negeri. Kebanyakan dari mereka yang menyukainya
adalah remaja-remaja tanggung. Tidakkah kita sadar akan pentingnya
pelestarian tradisi kita sendiri? Tanpa harus suatu masyarakat berubah
seperti orang Barat dan tanpa harus bergaya hidup seperti oranng-orang
negara Barat (Amerika, Eropa).
Namun, unsur-unsur Iptek (Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi) negara Barat tidak ada salahnya untuk ditiru,
diambil alih, diadopsi, bahkan dibeli. Jika tidak akan meninggalkan
suatu budaya tradisi yang ada di Indonesia ini, dan alangkah baiknya
lebih menyaring suatu budaya yang akan diadopsi.
Modernisasi saat
ini masih tampak dimonopoli oleh masyarakat perkotaan, terutama di
kota-kota negara berkembang seperti Indonesia. Karena Masyarakatnya
lebih cepat menyerap informasi dan modernisasi, dan rata-rata pola
hidupnya lebih banyak mengonsumsi daripada memproduksi.
Lalu,
mampukah budaya tradisi itu akan bertahan atau justru sebaliknya akan
terus memudar? Oleh karenanya modernisasi boleh saja diterapkan tetapi
harus mengimbangi dengan kebudayaan yang ada tanpa melupakan kebudayaan
asli Indonesia. Karena walau bagaimana pun kebudayaan tradisi merupakan
kebudayaan tradisi merupakan kebudayaan asli Indonesia, yang memerlukan
proses yang lama dalam membentuk suatu kebudayaan yang patut untuk kita
semua lestarikan.
Walaupun
kita hidup di jaman modernisasi, jangan sekali-kali menghilangkan
budaya tradisi yang ada. Karena seperti kita lihat akhir-akhir ini
budaya tradisi kita tenggelam karena maraknya modernisasi. Sebagai
masyarakat yang baik, marilah kita bersama-sama menumbuhkan rasa cinta
kita akan budaya tradisi Indonesia.
Ayo Menulis
Berdasarkan cerita fiksi di atas, lakukanlah kegiatan berikut ini secara mandiri.
A.
Bagilah cerita di atas menjadi tiga bagian: awal, tengah, dan akhir.
Lalu gambarlah peristiwa penting yang menjelaskan isi cerita bagian
awal, tengah dan akhir. Berilah keterangan pada setiap gambar yang kamu
buat.
Gunakan diagram berikut ini.
Judul : Berkunjung ke Observatorium Bosscha
Pengarang : Diana Karitas Awal
Cuaca
cerah di Observatorium Bosscha saat rombongan sekolah Rima tiba di
lokasi. Biasanya langit mendung dan gerimis pada bulan oktober
Tiba-tiba
rombongan Rima mendengar suara menangis. Setelah dicari asal suara
ternyata suara itu berasal dari Agatha, teman Rima satu sekolah yang
beda kelas. Ternyata Agatha tertinggal dari rombongannya di
Observatorium Bosscha.

Rima
dan Kak Yani membantu Agatha yang terpisah kembali ke rombongannya.
Rima mengajak Agatha ke bagian belakang ruangan dan membagi minumannya.
Rima bersyukur temannya itu sudah tenang
B. Jika kamu adalah
penulis cerita di atas, dan kamu diberikan kesempatan untuk mengubah
jalan ceritanya, bagian manakah yang ingin kamu ubah? Cobalah utnuk
menulisnya di tempat yang disediakan berikut ini.
Bagian tengah :
Rima
yang berada di bagian belakang rombongan sayup-sayup mendengar suara
anak perempuan menangis, dan dia seperti mengenal suara tangisan itu.
Rima mencari suara tersebut sehingga tanpa sadar Rima terpisah dari
rombongan. Rima akhirnya mengetahui suara siapa yang menangis. Ternyata
suara tangisan itu adalah suara Agatha. Agatha ternyata terpisah dari
rombongan kelasnya. Rima tersadar, ternyata dia juga terpisah dari
rombongan. Kepanikan sempat melandanya, namun Rima bertindak cekatan.
Segera dia mengajak Agatha untuk mencari petugas observatorium Bosscha
dan meminta tolong bagian informasi untuk mengumumkan tentang keberadaan
mereka.
Ayo Berdiskusi
Banyak peristiwa di sekitar kita yang
menunjukkan persatuan dan kesatuan bangsa. Berdasarkan artikel di atas,
bersama dengan teman sebangkumu cobalah untuk mencari tahu dengan
saksama peristiwa apa saja yang terjadi menunjukkan persatuan dan
kesatuan bangsa. Jelaskan juga bagaimana peristiwa-peristiwa itu
berhubungan dengan sila-sila dalam Pancasila. Tuliskanlah hasil
diskusimu di atas selembar kertas, lalu bacakanlah secara bergiliran di
dalam diskusi kelas. Tempelkanlah hasil diskusimu di papan tulis.Ayo Berlatih
Bersama
dengan teman sekelompok carilah artikel-artikel di majalah atau surat
kabar yang menjelaskan tentang peristiwa persatuan dan kesatuan di dalam
masyarakat kita.
Lakukan
penelaahan terhadap peristiwa tersebut dan hubungkan dengan sila-sila
dalam Pancasila yang berhubungan dengan usaha meningkatkan persatuan dan
kesatuan bangsa.
Presentasikan hasil pekerjaanmu di depan kelas
DAMPAK SOSIAL MODERNISASI
PEMBELAJARAN 4 SUBTEMA 1 TEMA 9 KELAS 6
Ayo Mencoba
Lakukan kegiata berikut ini dengan memperhatikan instruksi yang diberikan
A. Membuat Peta Pikiran
Dengan
menggunakan bacaan di atas dan juga menggunakan sumber informasi
lainnya yang sesuai, buatlah sebuah peta pikiran. Peta pikiranmu
sebaiknya memuat beberapa hal berikut ini :
- Dampak modernisasi terhadap masyarakat, baik dampak positif maupun dampak yang merugikan yang perlu diwaspadai
- Menjelaskan
contoh setiap dampak yang disebutkan dalam artikel. Contoh lain dapat
didapatkan dari sumber informasi lain yang sesuai
- Tulisan
dan gambar keseluruhan harus jelas dan mudah dibaca. Kamu dapat
menggunakan pensil warna atau spidol untuk memperjelas dan membuatnya
menarik
B. Membuat kliping dampak modernisasi secara sosial
Kamu telah memahami dampak modernisasi dari artikel dan kegiatan sebelumnya. Sekarang buatlah kliping mengenai hal tersebut.
Lakukanlah
kegiatan ini secara berpasangan. Kumpulkanlah paling sedikit dua
artikel dan gambar dari surat kabar, majalah, atau media lainnya.
Carilah artikel dan gambar yang menjelaskan dampak modernisasi terhadap
kehidupan masyarakat Indonesia. Sebelumnya, bacalah perintah
pembuatannya berikut ini.
- Gunakanlah surat kabar, majalah, atau media lain sebagai sumbernya.
- Jelaskan artikel tersebut dengan menggunakan kata tanya : di mana, siapa, mengapa, kapan,dan bagaimana
- Jangan lupa mencantumkan sumbernya
- Buatlah
klipingmu semenarik mungkin agar mengundang orang lain untuk
membacanya. Tuliskan dengan kalimat sederhana bagaimana artikel dan
gambar tersebut menjelaskan dampak modernisasi secara sosial
Artikel :
Dampak Jejaring Sosial terhadap Perubahan Sosial Masyarakat
A. Perkembangan Jejaring Sosial
Pada
awal abad yang baru ini, peradaban dunia dibawa ke dalam situasi yang
paradoks. Di satu sisi, globalisasi telah melahirkan kesadaran manusia
sebagai penghuni satu bumi. Sekat ruang dan waktu terasa sirna dihempas
gelombang teknologi yang merambah dunia, akselarasi informasi dan
komunikasi yang tak lagi mampu dihambat, yang semuanya itu menciptakan
fenomena yang mengglobal. Namun di sisi lain, globalisasi pun telah
merangsang munculnya kecenderungan lokalisasi, seperti munculnya aliansi
regionalisme ekonomi, menguatnya kesadaran etnik, serta pencarian jati
diri dari berbagai komunitas, beserta faham-faham yang menyertainya
seperti gerakan fundamentalisme agama, militansi etnik, solidaritas
teritorial dan berbagai fenomena komunitas lainnya.
Dalam
realitas kebangsaan Indonesia, fenomena global juga memberikan dampak
terhadap paradigma masyarakat. Pada satu sisi fenomena ini mendorong
masyarakat untuk mencapai kesejahteraan hidup dalam kehidupan sebagai
satu bangsa. Namun, pada sisi yang lain, bangsa ini telah memasuki
ruang-ruang kepentingan komunitas, kelompok, dan kepentingan
primordialisme lainnya yang merasuk dalam berbagai dimensi kehidupan
berbangsa dan bernegara yaitu kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya
dan masyarakat.
Tak dapat dipungkiri bahwa bangsa Indonesia
telah cukup lama berdaya upaya untuk menggagas demokrasi. Banyak pihak
berpendapat bahwa demokrasi berakar pada nilai-nilai budaya bangsa,
karenanya demokrasi bukanlah sesuatu yang baru bagi Indonesia, akan
tetapi realitas yang ada adalah bahwa bangsa ini belum berhasil
merumuskan konsep demokrasi yang substansial. Pembangunan demokrasi
sangat erat kaitannya dengan partisipasi aktif masyarakat sebagai subjek
dari demokrasi tersebut. Masyarakat harus memiliki kesadaran dan
kepekaan untuk memainkan perannya dalam mendorong terjadinya pembangunan
yang adil dan merata bagi segenap rakyat Indonesia.
Dalam
perjalanan waktu, masyarakat Indonesia harus menyesuaikan diri dengan
perkembangan zaman yang ada sekarang ini. Perkembangan teknologi
informasi, akulturasi budaya, ekonomi global, dan banyak perkembangan
zaman lainnya seharusnya tidak menjadi hambatan masyarakat dalam
menjalankan perannya melakukan perubahan bagi dirinya dan lingkungan
sekitarnya. Masyarakat harus bersifat dinamis menyesuaikan diri dengan
zaman, namun tetap mengedepankan aturan dan norma-norma yang berlaku di
Indonesia. Sehingga walaupun mengikuti perkembangan yang terjadi di
dunia, masyarakat tetap menjunjung tinggi kultur khas dari bangsa
Indonesia.
Masyarakat Indonesia sekarang ini sudah mulai fasih
memberdayakan teknologi informasi. Masyarakat menggunakan media sosial
untuk berbagai aktivitas seperti bisnis online, publikasi kegiatan,
menyampaikan gagasan, ataupun sekedar bertegur sapa dengan teman dan
kolega. Kecenderungan masyarakat saat ini juga lebih suka sesuatu yang
instan, cepat, dan tidak menghabiskan waktu. Fenomenanya dapat kita
lihat bersama. Masyarakat yang dulu lebih senang berlama-lama membaca
koran cetak, sekarang ini sudah cukup puas dengan membaca berita di
twitter ataupun membaca koran secara digital sambil naik angkutan umum
ke tempat kerja/kampus. Kita dapat melihat di angkutan umum seperti
busway, angkot, kereta, dan angkutan massal lainnya, masyarakat
menggunakan waktu perjalanannya untuk berselancar di dunia maya. Bahkan
tidak jarang dalam sela-sela aktivitas kerja ataupun belajar, masyarakat
menyempatkan diri untuk berjejaring sosial.
Saat ini telah
banyak jasa jejaring sosial yang tersedia untuk diakses oleh masyarakat.
Mulai dari Friendster yang ramai digunakan oleh masyarakat Indonesia di
tahun 2002-2006, dilanjutkan dengan Facebook, MySpace, YouTube, Flickr,
Twitter, dan lainnya. Setiap jejaring sosial menyediakan fasilitas yang
unik dan berbeda-beda. Beberapa contohnya antara lain:
Friendster
Friendster
merupakan salah satu jejaring sosial pertama yang populer di Indonesia.
Jejaring sosial ini menawarkan konten dimana pengguna bisa membuat
sebuah profil yang bisa terhubung ke profil orang lain. Kita dapat
mengunggah foto ataupun menuliskan aktivitas kita di profil yang kita
buat. Jejaring sosial ini populer pada awal tahun 2002 hingga 2006.
YouTube
YouTube
adalah sebuah situs yang menyediakan konten untuk berbagi video, audio,
berita, dan lainnya. Kita dapat mencari, mengunggah, ataupun mengunduh
berbagai jenis data di website ini. Umumnya masyarakat menggunakan
jejaring sosial ini untuk berbagi video dan berita.
Facebook
Facebook
adalah jejaring sosial paling populer yang masih digunakan masyarakat
hingga saat ini. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg pada tahun
2004. Jejaring sosial ini menawarkan konten dan fasilitas yang lebih
lengkap dari jejaring sosial lainnya. Fasilitas yang diandalkan dari
jejaring ini antara lain konten chat, berbagi foto dan video, beragam
permainan Facebook, ataupun dapat berbagi status maupun catatan (note).
Saat ini ada lebih dari 600 juta orang di dunia yang menggunakan
Facebook dan Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang pengguna
terbanyak.
Twitter
Twitter adalah jejaring sosial yang
menfokuskan diri pada micro-blogging. Namun fokus ini menjadi keunggulan
tersendiri dari Twitter. Twitter memungkinkan kita untuk mengikuti
(follow) teman maupun orang lain yang ingin kita ketahui aktivitasnya.
Kita juga dapat berbagi informasi terkini melalui jejaring ini. Twitter
banyak digunakan oleh tokoh-tokoh masyarakat maupun artis untuk
menyampaikan aktivitasnya maupun pemikiran-pemikiran dari tokoh-tokoh
tersebut. Bahkan berbagai situs baik situs berita, lembaga pemerintahan,
perusahaan, dan lainnya menggunakan media ini untuk menyampaikan
aktivitasnya.
Change.org
Change.org adalah jejaring sosial
yang digunakan sebagai wadah bagi masyarakat untuk memberikan petisi
terkait suatu kondisi ataupun permasalahan. Banyak digunakan oleh
masyarakat global untuk mengangkat isu-isu yang terjadi di lingkungan
dunia. Masyarakat Indonesia sendiri mulai menggunakannya pada tahun
2010. Banyak permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat yang
kemudian diangkat melalui media ini seperti terkait ekosistem Gunung
Leuser, stop mobil murah, dan kampanye-kampanye lainnya.
B. Perubahan Sosial
Fenomena
belakangan ini, Gerakan-gerakan di Timur Tengah, Brasil, dan
negara-negara lainnya yang merintis terjadinya perubahan sosial diawali
dengan gerakan di media sosial. Diskusi-diskusi yang selama ini
dilakukan secara bertatap mata di dunia nyata juga mulai beralih ke
dunia maya. Oleh karena itu, di era sekarang ini media sosial telah
menjadi salah satu ujung tombak gerakan pemikiran dalam mendorong
terjadinya perubahan sosial di tengah masyarakat.
Berbagai
lembaga seperti lembaga pemerintah, perusahaan, lembaga masyarakat
seperti NGO dan LSM mengganggap teknologi informasi ini penting sehingga
memiliki pengurus/pegawai di bidang komunikasi. Mereka memiliki tugas
untuk rutin mengunggah setiap informasi aktivitas dan data terkait tugas
dan tanggung jawab dari lembaga tersebut. Harapannya masyarakat ataupun
pendukung lembaga tersebut akan mendapatkan perkembangan aktivitas
lembaga tersebut secara update.
Masyarakat Indonesia mulai
memberdayakan jejaring sosial untuk melakukan advokasi dan kampanye
terhadap berbagai permasalahan masyarakat maupun kebijakan yang tidak
sesuai dengan kehendak masyarakat. Dalam prakteknya, beberapa kampanye
dan advokasi yang dilakukan dengan jejaring sosial berhasil mencapai
tujuannya. Kita dapat mengingat kampanye “koin untuk Prita” yang
didukung oleh ribuan masyarakat yang bahkan tidak pernah kenal ataupun
bertemu dengan Prita. Begitu juga sekarang ini banyak kampanye yang
sedang dijalankan, baik melalui media Facebook, Twitter, Change.org, dan
lainnya.
Dalam artikel koran Kompas bulan November lalu,
dituliskan topik tentang Demokrasi Digital. Terdapat tiga pembagian
generasi sesuai dengan perkembangan zaman. Adapun pembagian tersebut
antara lain:
Generasi X = lahir pada tahun 1966 – 1976 (konservatif)
Generasi Y = lahir pada tahun 1977 – 1994 (transisi)
Generasi Z = lahir pada tahun 1995 – 2005 (baru/ICT)
Saat
ini yang menjadi pemimpin di Indonesia dalam berbagai bidang (sosial,
politik, budaya, dan lain-lain) masih generasi X. Sementara itu,
generasi Y yang adalah generasi transisi teknologi sudah mulai masuk ke
dalam sistem. Dan dalam waktu yang tidak lama, generasi Z juga akan
segera masuk ke dalam sistem. Hal ini akan berdampak terhadap kondisi
sosial masyarakat. Tingkat pendidikan masyarakat Indonesia belum merata,
termasuk dalam hal pemahaman terkait pemanfaatan teknologi informasi,
khususnya jejaring sosial. Oleh karena itu, pemerintah maupun stake
holder di dalam masyarakat harus menyikapi perkembangan ini dengan
seksama agar perkembangan teknologi ini dapat membawa manfaat terhadap
perkembangan pembangunan masyarakat dan bukannya mudarat.
C. Dampak Negatif Jejaring Sosial
Dampak
negatif dari jejaring sosial ini adalah pemanfaatan jejaring sosial
yang tidak sesuai dengan fungsinya. Berbagai aksi kejahatan dapat
terjadi melalui jejaring sosial. Maraknya penipuan melalui media sosial,
pencemaran nama baik, pencurian identitas, peredaran narkoba, akses
pornografi dan pornoaksi, serta beragam tindak kejahatan lainnya. Selain
itu penggunaan jejaring sosial yang tidak sesuai dengan umur juga
memberikan dampak terhadap mental masyarakat, khususnya anak-anak.
Anak-anak yang terlalu cepat mengakses jejaring sosial dan kurang
mendapat pembinaan dari guru ataupun orangtua akan membuat anak tersebut
cenderung anti sosial. Anak tersebut akan lebih senang bersosial
melalui jejaring sosial ketimbang melalui aktivitas pertemanan di dunia
nyata. Selain itu anak yang mudah mengakses jejaring sosial akan lebih
rawan terkena aktivitas kejahatan di dunia maya seperti mengakses situs
pornografi, pencurian anak, dan lainnya.
Dalam aktivitas gerakan
sosial, penggunaan jejaring sosial juga memberikan dampak negatif.
Masyarakat lebih berani berkomentar di media sosial, namun tapi tidak
berani mempertanggungjawabkan pendapatnya di dunia nyata. Tidak jarang
jejaring sosial digunakan untuk mencemarkan nama baik individu maupun
institusi. Beberapa pelaku terorisme juga mengaku belajar merakit bom
melalui jejaring sosial. Gerakan-gerakan primordial, anti SARA juga
berkembang melalui jejaring sosial. Banyak situs dan akun-akun dunia
maya yang menghina suku, agama, ataupun golongan lainnya. Apabila tidak
ada hukum yang mengatur pemanfaatan media teknologi informasi ini,
dikuatirkan hal ini akan membawa dampak negatif terhadap masyarakat
bahkan mengganggu keamanan, ketertiban, dan kedamaian di tengah
masyarakat.
Untuk mengatasi berbagai permasalahan yang timbul
dari penyalahgunaan teknologi informasi, termasuk jejaring sosial,
pemerintah mengeluarkan UU No. 11 Tahun 2008 yang berisikan tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik. Terdapat sanksi baik pidana maupun
uang terhadap berbagai pelanggaran yang ditimbulkan dari penyalahgunakan
teknologi informasi ini. Sudah terdapat beberapa tindak pidana yang
ditujukan kepada pelanggar UU No. 18 Tahun 2008. Dengan adanya
undang-undang ini diharapkan dapat menjadi batasan bagi masyarakat yang
bebas memanfaatkan jejaring sosial ini.
Namun, selain lewat
pendekatan peraturan untuk menangani penyalahgunaan jejaring sosial,
pemerintah dan berbagai lembaga masyarakat perlu melakukan pelatihan dan
lokakarya bagi masyarakat sebagai langkah pencegahan, mulai dari
tingkat anak-anak, remaja, hingga orang tua. Dengan ini, masyarakat akan
mengerti bagaimana menggunakan teknologi informasi dan jejaring sosial
yang baik dan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Dengan
adanya pendidikan ini, harapannya jejaring sosial dapat mendukung
terjadinya perubahan sosial yang positif dalam masyarakat sehingga dapat
lebih cepat mencapai pembangunan yang dicita-citakan.
Kata tanya :
- Kapan Facebook didirikan? (tahun 2004)
- Bagaimana
jejaring sosial bisa memberi dampak negatif? ( berbagai aksi kejahatan
dapat terjadi melalui jejaring sosial, seperti pencemaran nama baik,
pencurian identitas, peredaran narkoba, dan lain-lain)
- Di mana tempat masyarakat dalam melakukan aktivitas jejaring sosial? (di dunia maya/ online)
- Siapa
contoh individu yang berhasil memakai jejaring sosial untuk kampanye
dan advokasi? (Prita dengan program kampanye "Koin untuk Prita")
- Mengapa
lembaga pemerintah, perusahaan, lembaga masyarakat menganggap teknologi
informasi penting? (Karena lembaga/organisasi tersebut berharap
masyarakat ataupun pendukung lembaga tersebut akan mendapatkan
perkembangan lembaga tersebut secara update)
Pada tempat yang disediakan, tuliskan isi cerita dari cerita fiksi di atas.
Watak Tokoh Utama : Antusias, bertanggung jawab
Watak Tokoh Tambahan : Bijaksana, sabar
Gambar Tempat Peristiwa : Rumah Rino
Hubungan antara Tokoh Utama dan Tokoh Tambahan :
Hubungan keluarga/Hubungan kakak beradik
Isi Cerita :
Rino
berpikir keras saat pulang sekolah, ia mendapat tugas dari gurunya
untuk membuat proyek sekolah. Kakaknya yang bernama Argia bertanya
kepada Rino tentang masalah yang sedang dihadapi. Rino kemudian
bercerita kepada kakaknya. Kakaknya yang baik segera membantu
permasalahan yang dihadapi Rino dengan memanfaatkan internet, yaitu
tentang berbagai cara membuat barang-barang yang diperlukan Rino untuk
dijual di sekolah dalam kegiatan proyek sekolah. Kakak Rino juga
menasihati agar Rino bijaksana dalam menggunakan internet.
Bersama dengan teman sebangkumu jawablah beberapa pertanyaan berikut ini.
1. Apa makna persatuan dan kesatuan bangsa dari bacaan tersebut?
2. Apa makna persatuan bangsa menurutmu sendiri?
3. Bagaimana persatuan dan kesatuan bangsa diupayakan oleh para pendiri bangsa?
4. Bagaimana makna persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia saat ini? Berikan beberapa
5.
Carilah satu berita utama tentang peristiwa yang terjadi di Indonesia.
Berita utama tersebut berkaitan dengan persatuan dan kesatuan bangsa.
Bacalah berita utama tersebut dengan saksama. Diskusikan dengan teman
sebangkumu tentang makna persatuan dan kesatuan yang ada di dalam berita
utama tersebut.