Muatan Pembelajaran :
1. Matematika : Sudut
2. Bahasa Indonesia : Jadi Warga Dunia
3. Seni Budaya : Menggambar Ekspressif
Capaian Pembelajaran Matematika
Pada akhir fase C, peserta didik dapat menentukan keliling dan luas berbagai bentuk bangun datar (segitiga, segiempat, dan segibanyak) serta gabungannya. Mereka dapat menghitung durasi waktu dan mengukur besar sudut.
CAPAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Pada akhir fase C, peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan dan konteks sosial. Peserta didik menunjukkan minat terhadap teks, mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi dan pesan dari paparan lisan dan tulis tentang topik yang dikenali dalam teks narasi dan informatif. Peserta didik mampu menanggapi dan mempresentasikan informasi yang dipaparkan; berpartisipasi aktif dalam diskusi; menuliskan tanggapannya terhadap bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya; menulis teks untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya dengan lebih terstruktur. Peserta didik memiliki kebiasaan membaca untuk hiburan, menambah pengetahuan, dan keterampilan.
Seni Rup
Elemen Mengalami
Pada akhir fase C, peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan unsur dalam prinsip desain.
Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga hari ini semua dalam keadaan sehat wal'afiyah ....
Adapun tujuan pembelajaran hari ini Bu Guru harap kalian dapat mengidentifikasi jenis sudut, memahami singkatan dan akronim, memahami gambar ekspressif
Matematika
Simak video berikut ini :
Pengertian Sudut
Sudut adalah suatu daerah yang dibentuk oleh dua sinar atau garis yang saling berpotongan, yang titik pangkalnya berimpit atau sama.
Oke, coba kamu perhatikan gambar sudut di bawah ini:

Jenis-jenis sudut
1. Sudut Siku-Siku
Macam-macam sudut yang pertama adalah sudut siku-siku. Kenapa dibilang siku-siku karena bentuk sudutnya menyiku, teman-teman. Besar sudut siku-siku adalah 90°. Selain itu, sudut siku-siku juga bisa dilambangkan dengan L.

2. Sudut Lancip
Selanjutnya, ada sudut lancip. Sesuai dengan namanya, sudut lancip ini bentuknya runcing gitu ya, teman-teman. Kayak ujung pensil yang habis diraut. Besar sudut lancip berada di antara 0o < x < 90o. Atau, lebih besar dari 0o, tapi lebih kecil dari 90o..png)
Selanjutnya, ada sudut lancip. Sesuai dengan namanya, sudut lancip ini bentuknya runcing gitu ya, teman-teman. Kayak ujung pensil yang habis diraut. Besar sudut lancip berada di antara 0o < x < 90o. Atau, lebih besar dari 0o, tapi lebih kecil dari 90o.
.png)
3. Sudut Tumpul
Kebalikan dari sudut lancip, sudut tumpul merupakan sudut yang besarnya antara 90° sampai 180°. Dengan kata lain, besar sudut tumpul akan lebih besar dari 90°, tapi kurang dari 180° ya. Pada contoh gambar di bawah, ∠O merupakan sudut tumpul.

4. Sudut Lurus
Jenis-jenis sudut berikutnya adalah sudut lurus. Sesuai dengan namanya ya, pasti kamu bisa membayangkan kalau bentuk sudut ini adalah lurus. Yap! Bener banget. Besar sudut lurus adalah 180° ya. Kamu bisa perhatikan gambar di bawah supaya lebih jelas.

5. Sudut Refleks
Jenis-jenis sudut yang terakhir adalah sudut refleks. Kamu sudah pernah mendengar apa itu sudut refleks? Sudut refleks merupakan sudut yang besarnya antara 180° sampai 360°. Jadi, besar sudut refleks akan lebih besar dari 1800°, tapi kurang dari 360° ya. Coba perhatikan garis lengkung pada gambar di bawah. Sudut O itulah yang disebut dengan sudut refleks.

A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
A. sudut
B. titik sudut
C. kaki sudut
D. sisi miring
A. sudut lancip
B. sudut siku-siku
C. sudut tumpul
D. sudut lurus
A. sama dengan siku-siku
B. lebih kecil dari siku-siku
C. lebih besar dari siku-siku
D. sama dengan berpelurus
A. sudut lurus
B. sudut lancip
C. sudut tumpul
D. sudut siku-siku
Siswa dapat menganalisis unsur dan prinsip seni rupa tersebut dan menerapkan prinsip keseimbagan dengan cara mengolah unsur-unsur seni rupa tersebut dalam beberapa sisi yang berbeda dengan memperhatikan keseimbangannya. Siswa dapat mencapai sebuah gambar dengan prinsip keseimbagan yang diciptakannnya berdasarkan pertimbangan visual, dengan kata lain keseimbangan disini merupakan keseimbangan optik yang dapat dirasakan diantara bagian-bagian dalam karya seni rupa.
Untuk mencapai keseimbangan dapat dihasilkan melalui penempatan unsur seni rupa semisal warna dan gelap terang yang membuat bagian-bagian tertentu lebih berat, selaras dengan bagian-bagian yang lain, dalam lukisan bidang kecil berwarna gelap tampak sama beratnya dengan bidang luas berwarna terang.
C. Menggambar Ekspresif dengan Prinsip Keseimbagan
Dalam pembelajaran ini setelah mengetahui dan mengenal prinsip keseimbangan dalam karya seni, siswa diminta menggambar eskpresif dengan menerapkan prinsip keseimbangan, siswa akan mempraktikkan menggambar eskpresif dalam media kertas dengan alat mewarnai yang telah tersedia dengan ide dan kreatifitasnya sendiri dengan arahan guru. Berikut adalah beberapa karya seni rupa dan contoh objek atau benda-benda yang menunjukan prinsip keseimbangan ada di sekeliling kita:
Alat dan bahan:
Pensil/Pensil warna/Krayon/Spidol/alat mewarnai yang lain
Alternatif : Arang/Kapur/tumbuhan yang mengandung warna dan lain-lain
Kertas A4/buku gambar (ketebalan dibebaskan)
Alternatif : Kardus/papan kayu/media yang tersedia
Siswa dipersilahkan memilih dan mencoba alat bahan yang berbeda.
Siswa dipersilankan menggunakan alat yang tersedia di daerah sekitar.
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.
Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah
Kebalikan dari sudut lancip, sudut tumpul merupakan sudut yang besarnya antara 90° sampai 180°. Dengan kata lain, besar sudut tumpul akan lebih besar dari 90°, tapi kurang dari 180° ya. Pada contoh gambar di bawah, ∠O merupakan sudut tumpul.

4. Sudut Lurus
Jenis-jenis sudut berikutnya adalah sudut lurus. Sesuai dengan namanya ya, pasti kamu bisa membayangkan kalau bentuk sudut ini adalah lurus. Yap! Bener banget. Besar sudut lurus adalah 180° ya. Kamu bisa perhatikan gambar di bawah supaya lebih jelas.

5. Sudut Refleks
Jenis-jenis sudut yang terakhir adalah sudut refleks. Kamu sudah pernah mendengar apa itu sudut refleks? Sudut refleks merupakan sudut yang besarnya antara 180° sampai 360°. Jadi, besar sudut refleks akan lebih besar dari 1800°, tapi kurang dari 360° ya. Coba perhatikan garis lengkung pada gambar di bawah. Sudut O itulah yang disebut dengan sudut refleks.

Soal MTK
Pilihan Ganda
Pilihan Ganda
Soal No.1
Perhatikan gambar berikut ini!Banyaknya sudut siku-siku pada bangun datar di atas yaitu . . .A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
Soal No.2
Perhatikan gambar berikut ini!Huruf X pada gambar di atas menunjukkan bagian. . .A. sudut
B. titik sudut
C. kaki sudut
D. sisi miring
Soal No.3
Perhatikan gambar berikut ini!Jenis sudut yang terbentuk pada gambar di atas yaitu. . .A. sudut lancip
B. sudut siku-siku
C. sudut tumpul
D. sudut lurus
Soal No.4
Perhatikan gambar berikut ini!Besar sudut yang terbentuk pada gambar di atas yaitu . .A. sama dengan siku-siku
B. lebih kecil dari siku-siku
C. lebih besar dari siku-siku
D. sama dengan berpelurus
Soal No.5
Perhatikan gambar berikut ini!Jenis sudut yang terbentuk pada gambar di atas yaitu. . .A. sudut lurus
B. sudut lancip
C. sudut tumpul
D. sudut siku-siku
Tuliskan jenis sudut berikut!

BAHASA INDONESIA
Singkatan dan Akronim
Seni Rupa
Menggambar Ekspresif
A. Menemukan Prinsip Keseimbangan
Unsur-unsur dalam seni rupa pada dasarnya mengadaptasi dari elemen bentuk fisik yang terdapat pada sebuah benda. Dengan demikian pengamatan terhadap unsur-unsur visual pada karya seni rupa ini tidak berbeda dengan pengamatan terhadap benda-benda yang ada di sekeliling kita.
Maka siswa dapat menemukan unsur dan prinsip seni rupa dengan cara pengamatan terhadap elemen bentuk visualnya, semakin baik pemahaman siswa terhadap unsur dan prinsip seni rupa,maka semakin baik pula pengamatannya terhadap unsur-unsur visual pada karya seni rupa maupun terhadap benda-benda yang dilihatnya.
Prinsip keseimbangan dalam karya seni merupakan ekuilibrium diantara bagian- bagian darisuatu komposisi, karya seni yang memiliki keseimbagan di dalamnya dapat siswa temukan dengan adanya bagian-bagain tertentu dengan unsur selaras dari sisi bagian satu ke sisi yang lainnya.
Menurut Ockvirk (1962:30), seniman cenderung menggunakan ukuran-ukuran yang tampak seimbang, mirip dan berhubungan dengan perbandingan penempatan yang dapat memerlukan pertimbangan pribadi,karena tidak ada rumus untuk menetapkan ukuran yang “benar” atau proporsi yang “tepat”
B. Menganalisis dan Menyimpulkan Prinsip Keseimbangan dalam Karya Seni
Seorang seniman, desainer dan perancang mengolah unsur-unsur seni rupa sesuai dengan keahlian dan kepekaan yang dimilikinya, untuk mewujudkan sebuah karya seni. Secara umum unsur-unsur yang mewujudkan sebuah prinsip sebuah karya seni rupa terdiri dari: titik, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna dan tone (nada gelap terang). Menurut Ockvirk (1962:23), keseimbangan ditentukan oleh faktor- faktor seperti penampilan, ukuran, proporsi, kualitas dan arah dari bagian-bagiantersebut.
BAHASA INDONESIA
Singkatan dan Akronim
Seni Rupa
Menggambar Ekspresif
A. Menemukan Prinsip Keseimbangan
Unsur-unsur dalam seni rupa pada dasarnya mengadaptasi dari elemen bentuk fisik yang terdapat pada sebuah benda. Dengan demikian pengamatan terhadap unsur-unsur visual pada karya seni rupa ini tidak berbeda dengan pengamatan terhadap benda-benda yang ada di sekeliling kita.
Maka siswa dapat menemukan unsur dan prinsip seni rupa dengan cara pengamatan terhadap elemen bentuk visualnya, semakin baik pemahaman siswa terhadap unsur dan prinsip seni rupa,maka semakin baik pula pengamatannya terhadap unsur-unsur visual pada karya seni rupa maupun terhadap benda-benda yang dilihatnya.
Menurut Ockvirk (1962:30), seniman cenderung menggunakan ukuran-ukuran yang tampak seimbang, mirip dan berhubungan dengan perbandingan penempatan yang dapat memerlukan pertimbangan pribadi,karena tidak ada rumus untuk menetapkan ukuran yang “benar” atau proporsi yang “tepat”
B. Menganalisis dan Menyimpulkan Prinsip Keseimbangan dalam Karya Seni
Seorang seniman, desainer dan perancang mengolah unsur-unsur seni rupa sesuai dengan keahlian dan kepekaan yang dimilikinya, untuk mewujudkan sebuah karya seni. Secara umum unsur-unsur yang mewujudkan sebuah prinsip sebuah karya seni rupa terdiri dari: titik, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna dan tone (nada gelap terang). Menurut Ockvirk (1962:23), keseimbangan ditentukan oleh faktor- faktor seperti penampilan, ukuran, proporsi, kualitas dan arah dari bagian-bagiantersebut.
Siswa dapat menganalisis unsur dan prinsip seni rupa tersebut dan menerapkan prinsip keseimbagan dengan cara mengolah unsur-unsur seni rupa tersebut dalam beberapa sisi yang berbeda dengan memperhatikan keseimbangannya. Siswa dapat mencapai sebuah gambar dengan prinsip keseimbagan yang diciptakannnya berdasarkan pertimbangan visual, dengan kata lain keseimbangan disini merupakan keseimbangan optik yang dapat dirasakan diantara bagian-bagian dalam karya seni rupa.
Untuk mencapai keseimbangan dapat dihasilkan melalui penempatan unsur seni rupa semisal warna dan gelap terang yang membuat bagian-bagian tertentu lebih berat, selaras dengan bagian-bagian yang lain, dalam lukisan bidang kecil berwarna gelap tampak sama beratnya dengan bidang luas berwarna terang.
C. Menggambar Ekspresif dengan Prinsip Keseimbagan
Dalam pembelajaran ini setelah mengetahui dan mengenal prinsip keseimbangan dalam karya seni, siswa diminta menggambar eskpresif dengan menerapkan prinsip keseimbangan, siswa akan mempraktikkan menggambar eskpresif dalam media kertas dengan alat mewarnai yang telah tersedia dengan ide dan kreatifitasnya sendiri dengan arahan guru. Berikut adalah beberapa karya seni rupa dan contoh objek atau benda-benda yang menunjukan prinsip keseimbangan ada di sekeliling kita:
Alat dan bahan:
Pensil/Pensil warna/Krayon/Spidol/alat mewarnai yang lain
Alternatif : Arang/Kapur/tumbuhan yang mengandung warna dan lain-lain
Kertas A4/buku gambar (ketebalan dibebaskan)
Alternatif : Kardus/papan kayu/media yang tersedia
Siswa dipersilahkan memilih dan mencoba alat bahan yang berbeda.
Siswa dipersilankan menggunakan alat yang tersedia di daerah sekitar.
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.
Mari kita tutup pembelajaran hari ini dengan membaca hamdalah






Tidak ada komentar:
Posting Komentar