Selamat Belajar Anak Sholih/Sholihah

Rabu, 15 April 2026

Materi Ajar Kelas 5 (Rabu 15 April 2026)

Guru Kelas : Resi Irmayati, S.Pd.

Muatan Pembelajaran : 
1. Matematika : Luas dan Keliling Segiempat
2. Bahasa Indonesia : Kata Penghubung
3. Seni Rupa : Ragam Hias

Hari/Tanggal : Rabu 15 April 2026
Kelas / Fase : 5 / C
TP Matematika :
Peserta didik dapat menentukan keliling dan luas gabungan bangun datar

TP Bahasa Indonesia :
Murid diharapkan dapat menggunakan kata hubung dengan tepat

TP Seni Rupa :Murid diharapkan dapat menjelaskan pengertian ragam hias dan mampu menjelaskan fungsi ragam hias




Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga hari ini anak-anak bu guru dalam keadaan sehat wal'afiyah ....
Adapun tujuan pembelajaran hari ini peserta didik dapat menentukan luas segiempat, menggunakan kata penghubung, dan menjelaskan pengertian ragam hias dan mampu menjelaskan fungsi ragam hias 

Matematika 


Luas persegi dihitung dengan rumus
Luas persegi = S X S (sisi kali sisi) atau
, sedangkan kelilingnya adalah 4 x S (empat kali sisi). Persegi memiliki empat sisi yang sama panjang, sehingga perhitungannya cukup menggunakan satu nilai sisi.

Persegi panjang adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh dua pasang rusuk yang masing-masing sama panjang dan sejajar dengan pasangannya, serta memiliki empat buah sudut yang semuanya adalah sudut siku-siku (90°).

Ciri-ciri Utama Persegi Panjang:
Memiliki dua sisi yang lebih panjang, disebut Panjang.
Memiliki dua sisi yang lebih pendek, disebut Lebar.
Keempat sudutnya sama besar 90 derajat.

Rumus Keliling Persegi Panjang
Keliling adalah jumlah total panjang seluruh pinggiran atau garis luar bangun datar tersebut. Bayangkan kamu sedang berjalan mengelilingi tepi lapangan; jarak yang kamu tempuh itulah kelilingnya.

Karena ada dua sisi panjang dan dua sisi lebar, rumusnya adalah:

Rumus Luas Persegi Panjang
Luas adalah besarnya daerah atau "isi" di dalam batas-batas persegi panjang tersebut. Untuk menghitungnya, kita cukup mengalikan sisi panjang dengan sisi lebarnya.





Bahasa Indonesia


Kata penghubung (konjungsi) adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan dua kata, frasa, atau kalimat agar menjadi lebih jelas dan padu.

🧩 Jenis-Jenis Kata Penghubung

1. Kata Penghubung Penambahan

Digunakan untuk menambahkan informasi.

Contoh kata:

  • dan
  • serta

Contoh kalimat:

  • Ani membeli buku dan pensil.
  • Ibu memasak sayur serta ikan goreng.

2. Kata Penghubung Pilihan

Digunakan untuk menyatakan pilihan.

Contoh kata:

  • atau

Contoh kalimat:

  • Kamu mau teh atau kopi?
  • Pilih merah atau biru.

3. Kata Penghubung Pertentangan

Digunakan untuk menyatakan hal yang berlawanan.

Contoh kata:

  • tetapi
  • namun

Contoh kalimat:

  • Dia rajin belajar, tetapi nilainya belum bagus.
  • Hari ini panas, namun saya tetap berolahraga.

4. Kata Penghubung Sebab-Akibat

Digunakan untuk menjelaskan sebab atau akibat.

Contoh kata:

  • karena
  • sehingga

Contoh kalimat:

  • Saya tidak masuk sekolah karena sakit.
  • Dia belajar dengan giat sehingga lulus ujian.

5. Kata Penghubung Waktu

Digunakan untuk menjelaskan hubungan waktu.

Contoh kata:

  • ketika
  • setelah
  • sebelum

Contoh kalimat:

  • Saya mandi setelah bermain.
  • Sebelum tidur, saya membaca buku.

6. Kata Penghubung Tujuan

Digunakan untuk menyatakan tujuan.

Contoh kata:

  • agar
  • supaya

Contoh kalimat:

  • Belajar yang rajin agar pintar.
  • Saya menabung supaya bisa membeli sepeda.

Contoh Penggunaan dalam Paragraf

Setiap pagi, Rina bangun lebih awal dan membantu ibunya. Ia sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah. Rina belajar dengan rajin agar mendapatkan nilai bagus, sehingga ia menjadi juara kelas.


SENI RUPA


  • Jenis-Jenis Motif Ragam Hias:
    • Flora: Tumbuhan, daun, bunga, sulur-suluran.
    • Fauna: Hewan, seperti kupu-kupu, burung, naga, atau gajah.
    • Geometris: Pola ilmu ukur seperti garis zigzag, lingkaran, segitiga, ceplok, dan kawung.
    • Figuratif: Penggayaan bentuk manusia.
  • Pola Ragam Hias:
    • Pola Simetris: Bagian kanan dan kiri sama (keseimbangan).
    • Pola Asimetris: Bagian kanan dan kiri tidak sama tetapi seimbang.
    • Pola Teratur/Bebas: Susunan motif yang berulang secara teratur atau tidak.
  • Teknik Pembuatan:
    • Stilasi (Penggayaan): Menyederhanakan atau mengubah bentuk asli tanpa menghilangkan karakter objek.
    • Penerapan: Dapat dibuat dengan cara menggambar, batik, atau ukiran.
  • Contoh Ragam Hias Nusantara:
    • Motif Ceplok Grompol (Yogyakarta).
    • Motif Kawung (Jawa).
    • Motif batik Dayak/Naga Asoq (Kalimantan).
Fungsi Ragam Hias:
  1. Dekoratif: Menambah keindahan benda/bidang.
  2. Simbolis: Memiliki makna tertentu pada adat atau budaya.
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan, Jangan lupa sholat lima waktu dan murojaah surah-surah pendek.

Wassalamualikum wr.wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi Ajar Kelas 5 (Kamis 16 April 2026)

 Guru Kelas : Resi Irmayati, S.Pd. Muatan Pembelajaran :  1. Bahasa Indonesia (Kata Penghubung 2. Pendidikan Pancasila (Struktur Wilayah Kab...

Postingan Populer