Selamat Belajar Anak Sholih/Sholihah

Senin, 06 Oktober 2025

Materi Ajar Kelas 5 (Selasa 7 Oktober 2025)

 Hari/Tanggal : Selasa 7 Oktober 2025

Muatan Pembelajaran :
1. IPAS : Melihat karena Cahaya, Mendengar Karena Bunyi
2. Pend. Pancasila : Hubungan Antar Sila dalam Pancasila

CAPAIAN PEMBELAJARAN IPAS
Ø Elemen Pemahaman IPAS:
Berdasarkan pemahamannya terhadap konsep gelombang (bunyi dan cahaya) peserta didik mendemonstrasikan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

CAPAIAN PEMBELAJARAN PANCASILA
Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.


Apa kabar anak sholih sholihah.........
semoga kalian semua dalam keadaan sehat walaf'iyah.
Adapun tujuan pembelajaran hari ini Murid dapat menjelaskan mendemonstrasikan konsep gelombang bunyi. dan dapat menerapkan nilai-nilai pancasila di lingkungan masyarakat.


IPAS
Mendengar Karena Bunyi





Secara umum, telinga manusia dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Setiap bagian memiliki fungsi penting dalam proses pendengaran.


1. Telinga luar
Fungsinya adalah menangkap dan mengumpulkan gelombang suara dari luar. Daun telinga: Berfungsi untuk menangkap getaran suara dari udara.
Saluran telinga: Merupakan saluran yang menghubungkan daun telinga ke gendang telinga. Saluran ini juga melindungi telinga tengah dari debu atau benda lain.

2. Telinga tengah
Fungsinya adalah mengubah gelombang suara menjadi getaran yang diperkuat. Gendang telinga: Selaput tipis yang bergetar saat menerima gelombang suara.
Tiga tulang pendengaran: Terdiri dari tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi. Ketiganya berfungsi meneruskan dan memperkuat getaran dari gendang telinga menuju telinga dalam.
Saluran Eustachius: Menghubungkan telinga tengah dengan rongga mulut untuk menjaga tekanan udara di dalam dan di luar telinga tetap seimbang.

3. Telinga dalam
Fungsinya adalah mengubah getaran menjadi sinyal listrik yang akan dikirim ke otak. Rumah siput (koklea): Saluran yang berbentuk spiral dan berisi cairan. Getaran dari tulang pendengaran akan menggerakkan cairan ini, sehingga sel-sel rambut yang ada di dalamnya akan melengkung dan menghasilkan sinyal listrik.
Saluran setengah lingkaran: Berfungsi sebagai alat untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Saraf pendengaran: Meneruskan sinyal listrik dari rumah siput menuju otak untuk diterjemahkan sebagai suara.

Bagaimana proses mendengar terjadi?Penangkapan suara: Daun telinga menangkap gelombang suara di sekitar kita.
Perambatan suara: Suara merambat melalui saluran telinga menuju gendang telinga.
Penguatan getaran: Getaran dari gendang telinga diperkuat oleh tiga tulang pendengaran.
Pengubahan sinyal: Getaran diteruskan ke rumah siput, di mana getaran tersebut diubah menjadi sinyal listrik.
Penerjemahan sinyal: Sinyal listrik dikirim ke otak melalui saraf pendengaran, dan otak akan menerjemahkannya sebagai suara yang kita dengar.


Latihan
1. Bagian telinga luar yang berfungsi menangkap dan mengumpulkan gelombang bunyi adalah ....
a. Gendang telinga
b. Daun telinga
c. Saluran telinga
d. Rumah siput

2. Getaran dari gendang telinga akan diteruskan ke tiga tulang pendengaran. Urutan tulang pendengaran dari luar ke dalam adalah ....
a. Tulang martil, tulang landasan, tulang sanggurdi
b. Tulang landasan, tulang martil, tulang sanggurdi
c. Tulang sanggurdi, tulang landasan, tulang martil
d. Tulang martil, tulang sanggurdi, tulang landasan

3. Fungsi dari saluran Eustachius adalah ....
a. Mengirimkan sinyal ke otak
b. Mengatur keseimbangan tekanan udara di telinga tengah
c. Mengumpulkan gelombang bunyi
d. Menggerakkan cairan di rumah siput

4. Bagian telinga yang berfungsi untuk mengubah getaran menjadi sinyal saraf yang akan dikirim ke otak adalah ....
a. Gendang telinga
b. Koklea (rumah siput)
c. Saluran setengah lingkaran
d. Saluran telinga

5. Seseorang yang sedang berada di tempat yang sangat bising harus menjaga kesehatannya dengan cara ....
a. Tidak perlu melakukan apa-apa
b. Menutup kedua telinga agar terhindar dari kerusakan
c. Menghindari suara bising dalam jangka waktu lama
d. Mendengarkan musik yang lebih keras

    Pendidikan Pancasila

Pancasila sebagai ideologi bangsa.
  • Ideologi adalah pedoman atau cita-cita yang kita yakini bersama.
  • Pancasila menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bernegara. Ini seperti peta atau kompas yang menunjukkan arah ke mana bangsa kita akan melangkah.
  • Nilai-nilai Pancasila digunakan untuk membuat peraturan, membangun negara, dan mencapai tujuan bersama, yaitu masyarakat yang adil dan makmur.
Contohnya:
Ketika pemerintah membuat aturan tentang pendidikan, aturan itu harus sesuai dengan nilai Pancasila. Misalnya, semua anak berhak sekolah tanpa memandang suku atau agama.

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
  • Sebagai pandangan hidup, Pancasila adalah nilai-nilai luhur yang dijadikan pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bersikap dan bertingkah laku sehari-hari.
  • Nilai-nilai ini sudah ada sejak dulu dalam budaya bangsa Indonesia, seperti gotong royong dan musyawarah.
  • Dengan Pancasila, kita memiliki cara pandang yang sama untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat.
Contoh pengamalan dalam kehidupan sehari-hari (sesuai sila-sila Pancasila):
1. Ketuhanan Yang Maha Esa: Menghormati teman yang berbeda agama saat mereka beribadah.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Membantu teman yang sedang kesulitan dan tidak mengejeknya.
3. Persatuan Indonesia: Bermain bersama dengan teman dari suku mana saja.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Berdiskusi dengan teman sekelompok untuk menentukan tugas piket.
5.Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Berbagi makanan dengan adil kepada teman-teman.

Pancasila sebagai identitas bangsa
  • Identitas adalah jati diri atau ciri khas yang membedakan kita dengan bangsa lain.
  • Pancasila membuat Indonesia menjadi unik karena di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur yang berasal dari budaya bangsa sendiri.
  • Meskipun Indonesia memiliki banyak suku, agama, dan budaya yang berbeda, Pancasila berhasil menyatukan kita semua.
  • Pancasila mengajarkan kita untuk hidup saling menghormati dan menghargai keberagaman.
Contohnya:
Meskipun teman-teman di kelas berasal dari berbagai daerah dengan budaya yang berbeda, kita tetap bisa bersatu sebagai satu bangsa Indonesia karena kita punya Pancasila.

Latihan soal :
1. Makna Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah Pancasila bersifat...
a. Kaku dan tidak bisa berubah
b. Adaptif dan mampu berinteraksi dengan perkembangan zaman
c. Hanya berlaku untuk golongan tertentu
d. Mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan nasional

2. Pengamalan sila Pancasila yang paling mendasar tercermin dalam sikap...
a. Berdoa dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Saling tolong-menolong antar tetangga
c. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
d. Menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

3. Makna sila kedua Pancasila (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) adalah...
a. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan sikap beradab di masyarakat
b. Mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan orang lain
c. Bersikap toleran terhadap perbedaan agama
d. Mengembangkan perilaku yang tidak adil terhadap sesama

4. Dalam kehidupan bernegara, Pancasila berfungsi sebagai sumber dari segala sumber hukum. Hal ini berarti...
a. Semua peraturan harus bersumber dari Pancasila
b. Pancasila digunakan sebagai penentu keputusan partai politik
c. Pancasila hanyalah simbol negara semata
d. Pancasila hanya berlaku untuk masyarakat desa

5. Siswa-siswi SD Sukamaju mengikuti upacara bendera pada hari senin dengan tertib. Mereka menunjukkan perilaku yang sesuai dengan Pancasila sila ke. . .
A. dua B. tiga C. empat D. lima

6. Pada waktu istirahat sekolah, sebagian siswa pergi ke kantin. Mereka mengantri dengan tertib untuk membeli makanan. Namun, ada seorang siswa yang menerobos antrian. Perilaku siswa tersebut bertentangan dengan Pancasila sila ke. .
A. 2 B. 3 C. 4 D. 5

7. Pancasila merupakan gagasan dan hasil pemikiran yang berisi nilai-nilai luhur Pancasila untuk mencapai tujuan dan cita-cita bangsa. Pernyatan tersebut menunjukkan Pancasila sebagai. . .
A. ideologi bangsa B. identitas bangsa
C. jati diri bangsa D. pandangan hidup

8. Warga negara asing mengenal masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang ramah, sopan, dan suka bertegur sapa. Perilaku baik tersebut sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Peran Pancasila pada peristiwa tersebut yaitu sebagai. . .
A. identitas bangsa B. pandangan hidup
C. hukum yang mengikat D. ideologi bangsa

9. Pancasila disebut juga sebagai way of life yang artinya Pancasila sebagai....
a. dasar negara b. kepribadian bangsa
c. pandangan hidup bangsa d. lambang negara

10. Berikut ini adalah contoh perilaku yang menunjukkan Pancasila sebagai identitas bangsa di lingkungan sekolah, yaitu...
a. membeda-bedakan teman berdasarkan suku
b. mengikuti upacara bendera dengan tertib
c. berkelahi dengan teman
d. tidak mau bekerja kelompok

Demikian pembelajaran hari ini, mari kita tutup dengan hamdalah.

Wassalamualaikum wr wb.

Minggu, 05 Oktober 2025

Materi Ajar Kelas 5 (Senin 6 Oktober 2025)

Hari/Tanggal : Senin 6 Oktober 2025

Muatan Pembelajaran :
1. Matematika : Pecahan (Membandingkan dan mengurutkan pecahan)
2. Bahasa Indonesia : Buku Jendela Dunia
3. Seni Budaya : Karya Seni Makrame

Capaian Pembelajaran Matematika
Elemen Bilangan
Pada akhir fase C, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000.

CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA:
Elemen Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan. Peserta didik mampu memilih kata yang tepat sesuai dengan norma sosial budaya. Peserta didik mampu menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik mampu menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk karya sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mampu mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.

CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA
Elemen Mengalami
Pada akhir fase C, peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan unsur dalam prinsip desain.


Apa kabar anak sholih sholihah.........
Semoga anak-anak Bu Guru selalu dalam keadaan sehat walaf'iyah ....
Adapun tujuan pembelajaran hari ini murid dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, memahami apa itu teks deskripsi dan dapat menjelaskan karya seni makrame dengan tepat.


Matematika
Membandingkan Pecahan 



Membandingkan pecahan berarti melihat dua bilangan pecahan dan menentukan mana bilangan yang lebih besar. Untuk membandingkan pecahan maka yang harus dilakukan, yaitu membuat kedua pecahan memiliki penyebut yang sama, lalu melihat pecahan mana yang memiliki pembilang yang lebih besar. 

Ayo pikirkan bagaimana membandingkan 2/3 dan 3/4.
1 Ayo nyatakan 2/3 dalam berbagai bentuk pecahan.
Pecahan 2/3

Bandingkan 2/3 dan 4/7 dengan mengubahnya menjadi pecahan yang memiliki penyebut sama.
Smakan

Menemukan Penyebut yang Sama
4. Ayo temukan penyebut yang sama dari 5/6 dan 7/8.
Penyebut
Dimanakah perbedaan dalam menyamakan penyebut oleh Dadang dan Chia? Kalau kita mengalikan sesama penyebut kita bisa dengan mudah menyamakan penyebutnya. Jika menyamakan penyebut dengan kelipatan persekutuan terkecil, maka penyebutnya akan menjadi kecil.

5. Ayo bandingkan pecahan berikut menggunakan penyebut yang sama.
Membandingkan

6. Ayo bandingkan 1 3/4 dan 11/6 menggunakan penyebut yang sama.
Masih

Ayo Berlatih!

SOAL NO. 1
 Sepasang roti dibagi 3 sama besar, maka tiap bagian bernilai...

     A. ⅛                B. 3            C. ⅓            D. 4/8

 SOAL NO. 2. 
 Perhatikan gambar berikut!
Tanda yang tepat untuk mengisi tanda titik tersebut yaitu . . .
A. >                B. ≥                C. <                D. =

SOAL NO. 3. 
Perhatikan gambar berikut!
Tanda yang tepat untuk mengisi tanda titik tersebut yaitu . . .
A. >                    B. ≥                C. <                        D. =

SOAL NO 4 
13
 . . . 
53

Tanda yang tepat untuk mengisi tanda titik tersebut yaitu . . .
A. >                       B. ≥                C. <                    D. =

SOAL NO.5
. 4/5 …. 7/10.
Tanda yang tepat diletakkan di tengah angka 4/5 dan 7/10 yaitu…
A. <         B.=                C.+                D.>


Bahasa Indonesia


   teks Deskripsi 

  
Teks deskripsi adalah sebuah teks yang bertujuan untuk menggambarkan suatu objek, tempat, atau peristiwa secara rinci, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, atau merasakannya sendiri. 
Ciri-ciri teks deskripsi
  • Menggambarkan objek secara konkret: Penulis memerinci objek dengan sangat jelas, misalnya dengan menggunakan kata sifat yang kuat.
  • Melibatkan panca indra: Penjelasan dalam teks ini melibatkan indra penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasa.
  • Pembaca seolah merasakan: Pembaca bisa merasakan pengalaman yang sama dengan penulis seolah-olah mengalami langsung peristiwa yang dideskripsikan.
  • Menggunakan kata-kata yang terperinci: Kalimat yang digunakan sangat detail dan spesifik, bukan hanya umum. 
Struktur teks deskripsi
Secara umum, teks deskripsi memiliki tiga struktur sebagai berikut: 
  1. Identifikasi: Bagian ini memperkenalkan objek yang akan dideskripsikan, termasuk nama, lokasi, dan gambaran umum lainnya.
  2. Deskripsi Bagian: Pada bagian ini, penulis memerinci objek dengan detail. Misalnya, jika mendeskripsikan rumah, penulis akan menjelaskan bagian-bagiannya, seperti ruang tamu, teras, atau taman.
  3. Kesimpulan (Opsional): Bagian ini berisi kesan atau ringkasan penulis terhadap objek yang dideskripsikan. Kesimpulan bisa ada atau tidak. 
Contoh teks deskripsi
Rumah Mungilku
Rumah mungilku berada di pinggir jalan yang ramai, namun suasananya terasa begitu tenang. Dindingnya berwarna krem dan berhiaskan pot-pot tanaman hijau yang bergelantungan di teras depan. Saat masuk, sebuah karpet berbulu halus terhampar di ruang tamu, dan rak buku sederhana terpasang rapi di dindingnya. Aroma pewangi ruangan beraroma lavender membuat suasana semakin nyaman. Lantai keramik putihnya membuat rumah kecil ini tampak lebih luas. Setiap sudut rumah ini dipenuhi dengan kenangan hangat bersama keluarga. 
Seni Budaya
MENGENAL MAKRAME

A. Mengikat dan Menyimpul Sebagai Karya Seni
Mengikat dan menyimpul sudah lama dikenal di negara indonesia, dimana sejak lama nenek moyang kita sebagian merupakan pelaut yang sangat familiar dengan mengikat dan menyimpul sebuah tali, mengikat dan menyimpul juga telah banyakditemukan dalam kehidupan sehari-hari pada benda- benda di sekitar kita misalnya: perlengkapan rumah tangga, topi, sarung tangan, kaos kaki, tas, dan lain-lain

Mengikat dan menyimpul merupakan sebuah metode dasar dalam mengaplikasikan fungsi sebuah tali, baik itu bertujuan fungsional maupun untuk kepentingan estetis, mengikat dan menyimpul sebuah tali berkembang menjadi sebuah kerajinan tersendiri dan memunculkan banyak hasil karya seni dari teknik ini yang di kenal dengan kerajinan makrame. Tali adalah bahan yang digunakan, simpul adalah hubungan antara tali dengan tali, ikatan adalah hubungan antara tali dengan benda lainnya, misalnya kayu, balok, bambu dan sebagainya.

B. Jenis-Jenis Simpul
Dalam pembuatan karya seni dari teknik mengikat dan menyimpul ada beberapa jenis simpul dasar yang sering digunakan antara lain: simpul kepala, simpul tunggal, simpul ganda dan lain-lain.
Aneka Simpul
  1. Simpul Kepala: merupakan simpul awal yang sering digunakan dalam proses pembuatan karya makrame.
  2. Simpul Tunggal: proses pembuatan simpul tunggal diawali dengan simpul kepala, variasi bentuk dapat diputar ke kiri atau ke kanan sesuai kebutuhan kita. Hasil simpulannya akan tampak seperti tangga, variasi bentuk dapat diputar kekiri atau. ke kanan, sebaiknya lakukan percobaan simpul ini untuk menghasilkan variasi yang menarik. 
  3. Simpul Ganda: proses pembuatan simpul ganda ada kesamaan dengan simpul tunggal. Pada simpul tunggal langkahnya dimulai dari sebelah kiri saja atau dari sebelah kanan saja, sedangkan pada simpul ganda langkahnya dilakukan secara bergantian dari kanan dan kiri atau sebaliknya. Pembuatan simpul ganda bisasanya di awali dengan simpul kepala seperti halnya pada proses pembuatan simpul tunggal.

C. Langkah langkah Pembuatan Simpul
Langkah-langkah membuat simpul ganda dengan menyiapkan dua utas tali yang berbeda warnanya, agar jalinan kedua utas tali itu tampak jelas. Adapun langkah pembuatannya sebagagai berikut:
Simpul Ganda
  1. Potonglah tali sesuai kebutuhan dan lipatlah bagian tali terbagi dua dan sama panjang;
  2. Buatlah simpul kepala dengan pelipatkannya pada kayu, pensil, atau yang lainnya;
  3. Buatlah dua simpul kepala dengan warna yang berbeda agar hasil akhirnya lebih menarik;
  4. Kemudian tali yang berada di tengah dibiarkan bergantung bebas, sementara bagian tali paling kanan diangkat sehingga menindih dua tali yang tergantung bebas;
  5. Angkatlah tali pada bagian kiri sehingga posisinya menindih tali yang dari kanan selanjutnya bawa bagian tali tersebut melewati dua bagian pada bagian belakang.
  6. Selanjutnya tali pada bagian kanan tersebut dimasukan ke bagian depan dan dengan posisi menindih tali pada bagian kanan, selalu lakukan dengan pola yang sama;
  7. Selanjutnya ujung-ujung tali pada masing-masing bagian ditarik untuk mendapatkan simpul yang kuat erat. Untuk menambah simpul agar lebih panjang dilakukan dengan pengulangan seperti di atas.

Demikian pembelajaran hari ini, mari kita tutup dengan hamdalah.

Wassalamualaikum wr wb.

Materi Ajar Kelas 5 (Jumat 30 Oktober 2026)

Pembelajaran Harian · Kurikulum Merdeka Ayo Belajar Hari Ini! Kelas V Sekolah Dasar 🔊 IDENTITAS 👩‍🏫 Guru Resi Irmayati, S.Pd. 🔬 Mata Pe...

Postingan Populer